Home » » Pengertian Kesulitan Belajar

Pengertian Kesulitan Belajar

Kesulitan belajar merupakan terjemahan istilah bahasa Inggris “Learning Disability”. Terjemahan tersebut sesungguhnya kurang tepat karena learning artinya belajar dan disability adalah ketidakmampuan; sehingga terjemahan yang benar seharusnya adalah ketidak mampuan belajar. Namun bisa digunakan kata kesulitan belajar karena dirasa lebih optimistic. The Natinal Joint Committee for Learning Disabilities (NJCLD) mengemukakan bahwa learning disability ialah sekelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk kesulitan yang nyata dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan mendengarkan, bercakap-cakap, menulis, menalar, atau kemampuan dalam bidang studi matmatika.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih tentang istilah kesulitan belajar, berikut ini akan diuraikan secara terpisah antara kesulitan dan belajar.

a. Pengertian kesulitan

Para ahli mempunyai anggapan dasar bahwa semasa hidup, manusia tidak akan terlepas dari adanya berbagai kesulitan. Untuk itu istilah “kesulitan” oleh WS. Wingkel menggunakan istilah masalah, yang menyatakan bahwa masalah adalah suatu yang menghambat, merintangi dan mempersulit kita dalam mencapai sesuatu. Bentuk konkrit dari hambatan atau rintangan itu dapat bermacam-macam yang ditimbulkan oleh situasi hidup.

Dari istilah di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa masalah dan kesulitan mempunyai unsur yang sama yaitu berupa hambatan dalam usaha seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.

b. Pengertian belajar

Belajar memiliki berbagai arti atau defenisi tergantung dari jenis sumber dan ahli yang merumuskan pengertian tersebut. Sebagai acuan untuk lebih memahami tentang istilah belajar, berikut ini diajukan beberapa pengertian dari beberapa ahli, yaitu:

a. Skinner seperti yang dikutip oleh Barlow dalam bukunya Educational Psychology: The Teaching – Learning Process berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.

b. Menurut James O. Wittaker belajar dapat didefenisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.

c. Slameto mengemukakan bahwa:

Belajar adalah Suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

d. E. Usman dan S. Praja mengemukakan bahwa:

Belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang menyeluruh yaitu terjadinya perubahan aspek tingkah laku kognitif, ajektif, dan psikomotorik secara intergrated.

e. Sarlito Wirawan Sarwono mengemukakan bahwa: “Belajar adalah suatu proses dimana suatu tingkah laku ditimbulkan atau diperbaiki atas situasi (atau rangsang) yang terjadi.”

f. Menurut Vander Zanden dan Pace belajar ialah perubahan yang relatif permanen dalam tingkah laku atau kemampuan yang merupakan hasil dari pengalaman.

g. Rochman Natawijaya dan H. A. Moein Moesa mengemukakan bahwa belajar ialah proses perubahab yang terus-menerus yang terjadi dalam diri individu yang tidak ditentukan oleh unsur keturunan, tetapi lebih banyak ditentukan oleh faktor-faktor dari luar (eksternal), yang mana perubahan itu mungkin terjadi dalam pandangan hidup, perilaku, keterampilan, persepsi, motivasi, ataupun gabungan dari unsur-unsur ini.

Dari berbagai pengertian yang telah dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian belajar itu selalu menunjuk pada perubahan yang terjadi secara sistematis dalam arti perubahan perilaku, baik aktual maupun potensial, memperoleh kecakapan baru oleh seseoranggai hasil dari pengalamanyang ditentukan dalam situasi khusus baik yang diusahakan dengan sengaja maupun tidak diusahakan dengan sengaja,serta dipengaruhi oleh keadaan-keadan dari luar dirinya ( faktor eksternal ) yang lazimnya berbentuk rangsangan lingkungan.

Berdasarkan beberapa pengertian kesulitan dan pengertian belajar yang telah dikemukakan di atas, maka dapatlah diberikan pengertian kesulitan belajar sebagai berikut yaitu suatu kondisi tertentu yang dialami oleh seorang siswa yang menghambat kelancaran proses belajarnya dalam mencapai perubahan-perubahan baik berbentuk tingkah laku sikap, pengetahuan maupun keterampilan, sehingga ia tidak meraih prestasi belajar seperti yang diharapkan.

Selanjutnya Abimanyu seperti yang dikutip oleh Gunawan mengemukakan pengertian kesulitan belajar sebagai berikut: “seorang siswa mengalami kesulitan belajar jika ia tidak dapat mencapai level normal dalam prestasi hasil belajarnya, level-level normal di sini diartikan dalam kedudukannya di antara teman-teman sekolahnya dimana anak itu sekolah”.

Sementara itu Sunarti sebagaimana yang juga dikutip oleh Gunawan mengemukakan bahwa seseorang dapat dikatakan mengalami kesulitan belajar apabila:
Siswa tidak berhasil menguasai sejumlah materi suatu pelajaran atau skill dalam waktu yang telah ditetapkan.
Siswa tidak dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan kemampuan dirinya.
Siswa juga berada dalam urutan rendah menurut kemampuan yang dicapai oleh teman-temannya di dalam kelas.

Fenomena kesulitan belajar seorang siswa biasanya tampak jelas dari menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajarnya. Namun, kesulitan juga dapat dibuktikan dengan munculnya kelainan perilaku (misbehavior) siswa, seperti kesukaan berteriak-teriak di dalam kelas, mengusik dan mengganggu temannya, berkelahi, sering tidak masuk sekolah dan sering minggat dari sekolah. Kesulitan belajar tidak hanya dialami oleh siswa berkemampuan rendah saja, tetapi dapat juga dialami oleh siswa berkemampuan tinggi. Selain itu, kesulitan belajar juga dapat dialami oleh siswa berkemampuan rata-rata (normal) disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang menghambat tercapainya kinerja akademik yang sesuai dengan harapan.
Share this article :

Favorite Post


 
Support : Pendidikan | Islam | Dan Anak
Copyright © 2013. Komunitas Al-gazali Bone - All Rights Reserved
Template Created by Algazali Template Published by Komunitas Al-gazali Bone
Proudly powered by Yushan Blog Pribadi