-->
thumbnail

TERJEMAHAN DAN MAKNA QS ALI IMRAN AYAT 190-191

Posted by Yushan on Monday, February 22, 2016

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan lanjut dan bumi (seraya berkata), "Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka."
(QS.3:190-191)

Salah satu cara mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan membaca dan merenungkan ayat-ayat-Nya yang terbentang di alam semesta. Dalam ayat ini, Allah menyuruh manusia untuk merenungkan alam, langit dan bumi. Langit yang melindungi dan bumi yang terhampar tempat manusia hidup. Juga memperhatikan pergantian siang dan malam. Semuanya itu penuh dengan ayat-ayat, tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Langit adalah yang di atas yang menaungi kita. Hanya Allah yang tahu berapa lapisnya, yang dikatakan kepada kita hanya tujuh. Menakjubkan pada siang hari dengan berbagai awan germawan, mengharukan malam harinya dengan berbagai bintang gemintang.

Bumi adalah tempat kita berdiam, penuh dengan aneka keganjilan. Makin diselidiki makin mengandung rahasia ilmu yang belum terurai. Langit dan bumi dijadikan oleh Al-Khaliq tersusun dengan sangat tertib. Bukan hanya semata dijadikan, tetapi setiap saat nampak hidup. Semua bergerak menurut aturan.

Silih bergantinya malam dan siang, besar pengaruhnya atas hidup kita dan segala yang bernyawa. Kadang-kadang malam terasa panjang dan sebaliknya. Musim pun silih berganti. Musim dingin, panas,gugur, dan semi. Demikian juga hujan dan panas. Semua ini menjadi tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah bagi orang yang berpikir. Bahwa tidaklah semuanya terjadi dengan sendirinya. Pasti ada yang menciptakan yaitu Allah SWT.

Orang yang melihat dan memikirkan hal itu, akan meninjau menurut bakat pikirannya masing-masing. Apakah dia seorang ahli ilmu alam, ahli ilmu bintang, ahli ilmu tanaman, ahli ilmu pertambangan, seorang filosofis, ataupun penyair dan seniman. Semuanya akan terpesona oleh susunan tabir alam yang luar biasa. Terasa kecil diri di hadapan kebesaran alam, terasa kecil alam di hadapan kebesaran penciptanya. Akhirnya tak ada arti diri, tak ada arti alam, yang ada hanyalah Dia, Yang Maha Pencipta. Di akhir ayat 190, manusia yang mampu melihat alam sebagai tanda-tanda kebesaran dan keagungan-Nya, Allah sebut sebagai Ulil Albab (orang-orang yang berpikir).

Dalam ayat 191, diterangkan karakteristik Ulil Albab, yaitu selalu melakukan aktivitas dzikir dan fikir sebagai metode memahami alam, baik yang ghaib maupun yang nyata.

Dzikir, secara bahasa berasal dari kata dzakara , tadzakkara, yang artinya menyebut, menjaga, mengingat-ingat. Secara istilah dzikir artinya tidak pernah melepaskan Allah dari ingatannya ketika beraktifitas. Baik ketika duduk, berdiri, maupun berbaring. Ketiga hal itu mewakili aktifitas manusia dalam hidupnya. Jadi,dzikir merupakan aktivitas yang harus selalu dilakukan dalam kehidupan. Dzikir dapat dilkukan dengan hati,lisan, maupun perbuatan. Dzikir dengan hati artinya kalbu manusia harus selalu bertaubat kepada Allah, disebabkan adanya cinta, takut, dan harap kepada-Nya yang berhimpun di hati (Qolbudz Dzakir). Dari sini tumbuh keimanan yang kokoh, kuat dan mengakar di hati. Dzikir dengan lisan berarti menyebut nama Allah dengan lisan. Misalnya saat mendapatkan nikmat mengucapkan hamdalah. Ketika memulai suatu pekerjaan mengucapkan basmalah. Ketika takjub mengucapkan tasbih. Dzikir dengan perbuatan berarti memfungsikan seluruh anggota badan dalam kegiatan yang sesuai dengan aturan Allah.

Fikir, secara bahasa adalah fakara, tafakkara yang artinya memikirkan, mengingatkan, teringat. Dalam hal ini berpikir berarti memikirkan proses kejadian alam semesta dan berbagai fenomena yang ada di dalamnya sehingga mendapatkan manfaat daripadanya dan teringat atau mengingatkan kita kepada sang Pencipta alam, Allah SWT.

Dengan dzikir manusia akan memahami secara jelas petunjuk ilahiyah yang tersirat maupun yang tersurat dalam al-Qur'an maupun as-sunnah sebagai minhajul hayah (pedoman hidup). Dengan fikir, manusia mampu menggali berbagai potensi yang terhampar dan terkandung pada alam semesta. Aktivitas dzikir dan fikir tersebut harus dilakukan secara seimbang dan sinergis (saling berkaitan dan mengisi). Sebab jika hanya melakukan aktivitas fikir, hidup manusia akan tenggelam dalam kesesatan. Jika hanya melakukan aktivitas dzikir, manusia akan terjerumus dalam hidup jumud (tidak berkembang, statis). Sedangkan, jika melakukan aktivitas dzikir dan fikir tetapi masing-masing terpisah, dikhawatirkan manusia akan menjadi sekuler.

Bagi Ulil Albab, kedua aktivitas itu akan berakhir pada beberapa kesimpulan:
• Allah dengan segala kebesaran dan keagungan-Nya adalah pencipta alam semesta termasuk manusia.
• Tiada yang sia-sia dalam penciptaan alam.Semua mengandung nilai-nilai dan manfaat.
• Mensucikan Allah dengan bertasbih dan bertahmid memuji-Nya.
• Menumbuhkan ketundukan dan rasa takut kepada Allah dan hari Akhir.
7:30:00 PM
thumbnail

MA'RIFATULLAH, MA'RIFATUL RASUL DAN MA'RIFATUL ISLAM

Posted by Yushan on Friday, February 19, 2016

Sebagai ummat muslim kita mungkin seringkali mendengar kata ma'rifatul namun mungkin ada beberapa yang belum mengerti tentang makna ma'rifatul ini, dana pada postingan kali ini saya akan bagikan artikel tentang ma'rifatul, selamat membaca...

Makna Ma'rifatullah
· Ma'rifatullah berasal dari kata ma'rifah dan Allah. Ma'rifah artinya mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaran-Nya (ayat-ayat-Nya).

Pentingnya Mengenal Allah
· Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya, tujuan mengapa ia diciptakan (QS.52:56) dan tidak tertipu oleh dunia. Sebaliknya orang yang tidak mengenal Allah akan menjalani hidupnya untuk dunia saja (QS.47:12). 

· Ma'rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus dipahami manusia (QS.6:122). Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma'rifatullah adalah ilmu yang tertinggi, sebab jika dipahami akan memberikan keyakinan mendalam. Memahami ma'rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang terang (QS.6:122). 

· Berilmu dengan ma'rifatullah sangat penting, karena : 

 
a. Berhubungan dengan subjeknya, yaitu Allah 

b. Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan. 

 

Islam Untuk Mengenal Allah
1. Lewat Akal
· Ayat Kauniyah / ayat Allah di alam ini : 

 
· Fenomena terjadinya alam. Setiap sesuatu yang ada pasti ada yang mengadakan, begitu pula alam semesta ini, tentu ada yang menciptakan (QS.52:35). 

· Fenomena kehendak yang tinggi. Bila kita perhatikan alam ini, kita akan menemukan bahwa alam ini tersusun dengan rapinya. Hal ini menunjukan bahwa di sana pasti ada kehendak yang agung yang bersumber dari Sang Pencipta Yang Maha Pintar dan Bijaksana (QS.67:3). Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang berakal (QS.3:190). 

· Fenomena kehidupan (QS.24:45). Kehidupan berbagai makhluk di atas bumi ini menunjukkan bahwa ada zat yang menciptakan, membentuk, menentukan rizkinya dan meniup ruh kehidupan pada dirinya (QS.29:20, 21:30). Bagaimanapun pintarnya manusia, tak akan sanggup menciptakan seekor lalat pun (QS.22:73-74, 46:4). 

· Fenomena petunjuk dan ilham (QS.20:50). Ketika mempelajari alam semesta ini kita akan melihat suatu petunjuk yang sempurna, dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya. Dari sebuah akar tumbuhan yang mencari air ke dasar bumi, hingga perjalanan tata surya ini menunjukkan bahwa ada zat yang memberi hidayah (petunjuk) dan Al-Qur'an menerangkan bahwa ia adalah Allah Yang Menciptakan lalu memberi hidayah. 

· Fenomena pengabulan do'a (QS.6:63). Hal yang logis bila seseorang ketika menghadapi bahaya pasti menghadap Allah dan berdo'a, walaupun ia orang yang kafir / musyrik (QS.17:67, 10:22-23, 6:63-64). 

 

· Ayat Qur'aniyah / ayat Allah di dalam Al-Qur'an : 

 
 · Keindahan Al-Qur'an (QS.2:23) 

 · Pemberitahuan tentang umat yang lampau (QS.9:70) 

 · Pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (QS.30:1-3, 8:7, 24:55) 

  

2. Lewat memahami Asma'ul Husna
 · Allah sebagai Al-Khaliq (QS.40:62) 

 · Allah sebagai Pemberi Rizqi (QS.35:3, 11:6) 

 · Allah sebagai Pemilik (QS.2:284) 

 · Dan lain-lain (QS.59:22-24) 

  

Hal-hal yang menghalangi Ma'rifatullah
· Kesombongan (QS.7:146, 25:21). Sebagaimana lazimnya orang yang sombong yang tidak mau mengenal sesamanya, begitu pula manusia yang sombong terhadap Rabbnya, yang enggan berhubungan dengan-Nya. 

· Zalim (QS.4:153). Perbuatan zalim yang besar, menyebabkan Allah mengunci hati manusia. Padahal lewat hati inilah Allah memberikan hidayah-Nya. Sedangkan awal hidayah seseorang ialah mengenal hakikat-Nya lagi. 

· Bersandar pada panca indera (QS.2:55). Mereka tidak beriman kepada Allah dengan dalih tidak bisa melihat Allah, padahal banyak sesuatu yang tidak bisa mereka lihat, tapi mereka yakin keberadaannya, seperti gaya gravitasi bumi, arus listrik, akalpikiran, dsb. 

· Dusta (QS.7:176). Lazimnya seorang yang dusta, yang tidak sama antara hati dan ucapannya,perbuatannya. Begitu pula manusia yang berdusta terhadap Allah. Sebenarnya hati mengakui keberadaan Allah, namun hawa nafsunya menolak dan mengajaknya berdusta. 

· Membatalkan janji dengan Allah (QS.2:26-27) 

· Lalai (QS.21:1-3) 

· Banyak berbuat maksiat. Satu perbuatan maksiat bagaikan satu titik noda hitam yang mengotori hati manusia. Bila manusia banyak berbuat maksiat sedangkan ia tidak bertaubat, niscaya hati tersebut akan tertutup noda-noda hitam hingga menghalangi masuknya hidayah Allah. 

· Ragu-ragu (QS.6:109-10) 

 Semua sifat di atas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati. Sebab, kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka (QS.2:6-7). 

Makna Risalah dan Rasul
· Risalah : sesuatu yang diwahyukan Allah SWT berupa prinsip hidup, moral, ibadah, aqidah untuk mengatur kehidupan manusia agar terwujud kebahagiaan di dunia dan akhirat 

· Rasul : Seorang laki-laki (QS.21:7) yang diberi wahyu oleh Allah SWT yang berkewajiban untuk melaksanakannya dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia 


Pentingnya Iman Kepada Rasul
   Iman kepada Rasul adalah salah satu rukun iman. Seseorang tidak dianggap muslim dan mukmin kecuali ia beriman bahwa Allah mengutus para rasul yang menyampaikan hakikat yang sebenarnya dari agama Islam, yaitu Tauhidullah.
   Juga tidak dianggap beriman atau muslim kecuali ia beriman kepada seluruh rasul, dan tidak membedakan antara satu dengan yang lainnya (QS.2:285).

Tugas Para Rasul
1. Menyampaikan (tabligh) (QS.5:67, 33:39). Yang disampaikan mereka berupa : 

· Ma'rifatullah (QS.6:102) (Mengenal hakikat Allah) 

· Tauhidullah (QS.21:25) (Mengesakan Allah) 

· Basyir wa Nadzir (QS.6:48) (Memberi kabar gembira dan peringatan) 

 
2. Mendidik dan membimbing (QS.62:2) 
 
· Memperbaiki jiwa dan membersihkan serta meluruskan dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela (QS.62:2) 

· Meluruskan aqidah serta fiqrah yang menyimpang dari Islam (QS.2:213) 

· Memimpin umat dengan menjalankan metode Robbani (QS.38:26) 

 

Sifat-Sifat Para Rasul
1. Mereka adalah manusia (QS.17:93-94, 18:110) 

· Mereka memerlukan makan, minum (QS.25:20), beristri (QS.13:38), ditimpa sakit (QS.2:83-84) 

 
2. Ma'shum (terjaga dari kesalahan) (QS.3:161, 53:1-4) 

 
· Semua Rasul adalah ma'shum, tidak pernah salah dalam menyampaikan risalah dari Allah. Yang dimaksud ma'shum di sini adalah mereka tidak pernah meninggalkan kewajiban, tidak mengerjan hal-hal yang haram, dan tidak berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam (QS.3:161, 53:1-4) 

 
3. Sebagai suri tauladan (QS.33:21, 6:89-90) 

· Teladan dalam kesabaran dan menanggung penderitaan dalam memperjuangkan Islam (QS.6:34) 

· Teladan dalam ketabahan memegang prinsip 

· Teladan dalam saling mencintai dan persaudaraan muslim (QS.59:9) 

· Teladan dalam setiap akhlak mulia (QS.33;21, 68:4) 


Ad-Dien Menurut Al-Qur'an
· Dienullah, Dienul Islam (QS.48:28, 61:90). Yaitu diin yang dibawa oleh semua rasul dan nabi untuk keselamatan manusia. Disebut juga dengan dienul-haq dan dienul samawi. 

· Dienu ghoiru dienullah, bukan dari Allah. Jumlahnya lebih dari satu (QS.48:28). Yaitu diin hasil rekayasa pikiran manusia, biasa disebut juga agama budaya (dienul ardh) 


Ciri-ciri Dienullah / Dienul Samawi
· Bukan tumbuh dari masyarakat, tapi diturunkan untuk masyarakat 

· Disampaikan oleh manusia pilihan Allah, utusan itu hanya menyampaikan bukan menciptakan 

· Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia 

· Konsep tentang Tuhannya adalah tauhid 

· Pokok-pokok ajarannya tidak pernah berubah dengan perubahan masyarakat penganutnya 

· Kebenarannya universal dan sesuai dengan fitrah manusia 

 

Ciri-ciri Dienul Ardh
· Tumbuh dalam masyarakat 

· Tidak disampaikan oleh rasul Allah 

· Umumnya tidak memiliki kitab suci, walaupun ada sudah mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarah 

· Konsep Tuhannya dinamisme, animisme, politheisme, dll. 

· Ajarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan masyarakat penganutnya 

· Kebenaran ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi segenap manusia, masa dan keadaan 
 

Pengertian Islam Secara Ethimologis / Bahasa :
· Tunduk patuh, berserah diri (al-Istislaam) (QS.3:83) 

· Damai (As-Sulm) 

· Bersih (As-Salim) 

· Selamat (As-Salam) 


Secara Terminologis / Istilah
· Aturan Ilahi yang diberikan kepada manusia yang berakal sehat untuk kebahagiaan hidup mereka di dunia dan akhirat 

· Ajaran Islam : 

· Sesuai fitrah manusia (QS.30:10). Kepentingan seluruh manusia (QS.34:28) 

· Rahmat seluruh alam (QS.21:107) 

· Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia (QS.2:1790 

· Sangat sempurna (QS.5:3) 
10:49:00 PM
thumbnail

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK DENGAN MENGGUNAKAN KARTU ANGKA DALAM PEMBELAJARAN

Posted by Yushan on Sunday, February 7, 2016

1. Kartu Angka


yushanyunus.blogspot.comSecara umum ada baiknya untuk memberikan pengertian satu per satu tentang kartu angka. Menurut departemen pendidikan nasional (2005:510) ”kartu merupakan kertas tebal, berbentuk persegi panjang (untuk berbagai keperluan, termasuk keperluan belajar)”. Sedangkan pengertian angka adalah suatu tanda atau lambang yang digunakan untuk melambangkan bilangan. Contonya, bilangan 5 dingunakan untuk melambangkan bilangan 5 disebut sebagai angka.

Berdasarkan pengertian diatas, secara umum kartu angka dapat diartikan sebagai kertas tebal berbentuk persegi panjang berisi lambang bialangan yang memeiliki arti dan makna tertentu.

Kartu angka umumnya ditemukan pada proses pembelajaran di taman kanak-kanak. Kartu angka adalah kartu yang dapat dibuat sendri oleh guru dimana diatas kartu ditulisakan lambang bilangan yang disebut angka.

Dengan disajikannya konsep abstarak matematika dalam bentuk konkrik, maka anak pada tingkat-tingka lebih rendah akan lebih memahami. Anak akan menyadari adanya hubungan pembelajaran dengan yang ada disekitanya. “konsep-konsep abstrak yang konkrik, yaitu dalam bentuk model matematika dapat dijadikan objek penelitian dan dapat pula dijadikan alat untuk penelitian ide-ide baru dan relasi-relasi baru” (rusffendi, 1997: 227-228).

Kartu angka merupakan media tau alat dalam mencapai suatu keberhasilan dalam suatu tujuan yang ditetapkan olewh seorang guru atau pendidik. Berkaitan dengan media, secara umum media merupakan alat yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesang atau impormasi. Menurtut pendapat dari Oemar Hamali (1994: 12) mengatakan bahwa: Media pembalajaran adalah metode atau tehnik yang digunakan untuk mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran.

Sejalan dengan pendapat tersebut, Gagne (Rahadi 2003: 10) mengungkapkan bahwa media sebagai komponen dalam lingkungan siswa dapat merangsang mereka un tuk belajar. Selanjutnya dikemukakan pendapat Mujianto (2007) media merupakan alat yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemajuan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar.

Kedua pengertian diatas, nampak jelas bahwa penggunaan kartu angka dalam proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai media belajar karna mampu memberi rangsangan kepada anak didik untuk merasa senang dalam proses pembelajaran. Dengan bermain mengunakan kartu angka tersebut anak akan lebih banyak mengikuti pelajaran berhitung dengan gembra dengan bermain merupakan wahana belajar dan bekerja bagi anak, sehingga minatnya dalam kegiatannya berhitung semakin besar dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan kartu angka dalam proses belajar mengajar akan membantu guru mempermudah memahaman angka demi angka yang terdapat pada kartu angka kepada anak didik ditaman kanak-kanak.

2. Kemampuan berhitung

Pengertian kemampuan berhitung ada baiknya diuraikan satu per satu yaitu kemampuan berasal dari kata “mampu” menurut Departeman Pendidikan Nasional (2005: 707) kata mampu berati kuasa, (bisa sanggup) melakukan sesuatu; dapat, kaya dan seterusnya. Dengan demikian kemampuan dapat diartikan sebagai kesanggupan, kecakapan, dan yang dimiliki seseorang. Sedangkan Pengertian berhitung yaitu segalah ahal yang melibatkan angka dan bilangan. Berhitung merupakan bagian dari matematika, karna dalam matematika terdapat proses mengelola angka-angka. Mempelajarinya memerlukan cara tersendiri karena matematika pun bersifat khas yaitu abstrak, kosisten, berfikir deduktif, (Hudojo, 1988: 3). Berhitung juga digunakan pada ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu fisika, kimia, ekonomi, biologi dan sebagainya. Ilmu-ilmu itu menggunakan angka dan bilangan yang tentunya akan melibatkan proses berhitung.

Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengelolah angka-angka dalam kehidupan sehari-harinya. Secara umum kemampuan berhitung dianggap merupakan bagian penting, baik dari proses pembelajaran koknitif ataupun mengembangkan kemampuan seseorang dalam berhitung yang sudah dikuasainya.

3. Upanya guru mengembangkan berhitung anak

Proses pembelajaran pada taman kanak-kanak merupakan proses pembelajaran yang bertuajuan memberikan pondasi, tatanan, dan landasan keilmuan yang mendasar sehingga mampu mengembangkan keilmuan dan pengetahuannya sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah sampai perguruan tinggi. Oleh karena itu, hendak seseorang guru taman kanak-kanak memiliki kemampuan untuk memberikan kemampuan pada anak didiknya sehingga anak didik mengerti dan memahami bilangan yang diberikan oleh gurunya. Dengan kata lain, seorang guru berupanya agar anak didik dapat mengembangkan kemapuan berhitung yang dimilikinya.

Berdasarkan urainya di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kemnampuan berhitung anaka dalam kaitanya dengan proses pembelajaran di taman kanak-kanak adalah langka yang dilakukan oleh guru taman kanak-kanak dengan memberikan pengetahuan dan mengerti bilangan/angka tersebut dalam kehidupan sehaari-harinya.

4. Indikator berhitung

Ada beberapa indikator berhitung yang perlu di ketahi, sebagai berikut:

a. Anak didik mengenal hitungan 1-10

b. Anak didik menyebut urutan bilangan 1-10

c. Anak didik menghubungkan konsep bialangan dengan lambang bilangan.

Berdasar uraian di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran berhutung adalah langka-langka yang dilakukan oleh guru dalam proses perkembangan kognitif anaka usia taman kanak-kanak sehingga mampu memahami dan mengembangkan kemampuan berpikir dan mengelolah angka-angka seta dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.

5. Manfaat pembelajaran mengunakan kartu angka

Pembelajaran berhitungmerupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai peranan yang penting dalam dunia pendidikan khususnya pada anak didik usia taman kanak-kanak. Adapun tujuan penggunaan kartu angka sebagai media pembelajaran bagi anak didik usia taman kanak-kanak yaitu :

a. Dapat meningkatkan kemampuan anak didik dalam mengenal lambang bilangan;

b. Dapat meningkatkan kemampuan anak didik dalam menyebut/ membilang lambang bilangan;

c. Dapat meningkatkan kemampuan anak didik dalam menghubungkan/ memasangkan konsep bilangan dengan lambang bilangan.

Untuk meningkatkan kemampuan berhitung dalam perkembangan kognitif anak, pengajarannya dilakukan sejak dini, yaitu mulai dari taman kanak-kanak yang nantinya digunakan sebagai landasan untuk jenjang yang lebih tinggi. Pembelajaran berhitung ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anak didik untuk berfikir logis dan sistematis sejak dini, melalui pengamatan terhadap benda-benda konkrit, gambar-gambar atau angka-angka yang terdapat disekitar anak.

Kemampuan berhitung memerlukan pengetahuan berfikir karena diperlukan pengolahan angka-angka dan memerlukan ketelitian, konsentrasi dan pemahaman konsep sederhana serta memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran berhitung pada jenjang taman kanak-kanak merupakan landasan untuk jenjang yang lebih tinggi nantinya. Anak didik taman kanak-kanak diharapkan dapat menyerap aspek-aspek dari keterampilanberhitung guna menjadi bekal ke jenjang lebih tinggi. Sehingga pembelajaran berhitung di taman kanak-kanak berfungsi sebagai landasan untuk latihan mengolah angka-angka dan memecahkan masalah sederhana pada jenjang pembelajaran sekolah sesudahnya nanti.

Pembelajaran berhitung memiliki berbagai macam bentuk. Salah satunya adalah dengan menggunakan kartu angka. Dlam pembelajaran kemampuan berhitung, diharapkan anak didik tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan mengenal angka-angka. Diantaranya anak didik harus dapat menyebut/membilang angka-angka sehingga mengerti makna yang terkandung dalam kartu angka tersebut.

Berdasrkan uraian diatas, dapat disimpulakan bahwa manfaat kartu angka bagi anak usia taman kanak-kanak adalah kemmpuan memperkenalkan lambang bilangan, menyebut/ membilang lambang bilangan serta menghubungkan/ memasangkan konsep bilangan dengan lambang bilangan sehingga mengerti makna yang terkandung dalam kartu angka tersebut.

6. Langkah-langkah penggunaan karu angka dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak didik

Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan kartu angkla guna pengembangan kognitif anak khususnya dlam berhitung pada anak didik usia taman kanak-kanak, maka seorang guru perlu memperhatikan dasn memahami dnegan baik apa saja yang menjadi prioritas dlam menggunakan kartu angka dalam proses pembelajaran sebagai berikut :

1. Guru memperlihatkan dan menjelaskan kartu angka pada anak

Langkah awal yang dilakukan guru dlam menggunakan kartu angka dlam pengembangan kemampuan berhitung anak adalah guru memperlihatkan kartu angka satu demi satu dan menjelaskan materi pelajaran dengan menggunakan kartu angka sehingga anak didik dapat memperhatikan dengan baik dan menarik perhatian anak didik untuk meningkatkan kemampuan berhitungnya.

2. Guru meminta anak ikut menyebutkan kartu angka yang di perlihatkan

Langkah berikutnya adalah guru menyebutkan angka yang ada pada kartu angka yang diperlihatkan tersebut lalu meminta anak didik untuk menyebutkan kembali. Anak didik akan bersemangat menyebutkan kembali angka sesuai dengan kartu angka yang diperlihatkan guru.

3. Guru membimbing anak dalam penggunakan kartu angka secara berkelompok.

Langkah berikutnya yaitu guru menyajikan dan menjelaskan materi pembelajaran berhitung dengan mengarahkan dan membimbing anak dalam menggunakan kartu angka secara berkelompok. Guru membagi kelompok anak didik menjadi 3 kelompok agar anak lebih bersemangat dan lebih termotivasi untuk menggunbakan kartu angka tersebut sehingga meningkatkan kemampuan berhitung anak didik.

4. Guru mengamati anak dalam menggunakan kartu angka

Selanjutnya guru mengamati kegiatan anak sampai sejau mana anaka didik dapat memanfaatkan media (kartu angka) sebagai alat bantu dalam mengenal dan meningkatkan kemampuan berhitung yang dimiliki anak didik. Penyajian materi dalam proses pembelajaran dengan menggunakan kartu angka dapat menarik perhatian anak didik.
Proses perkembangan di taman kanak-kanak adalah suatu upaya pembinaan pendidikan yang ditujuakan pada anak lahir sampai dengan usia enam tahun untuk membantu pertumbuhan dn perkembangan fisik anak agar memiliki kesiapan dalam mamasuki pendidikan seklanjutnya. Salah satu adalah peningkatan kemampuan kognitif anak didik khususnya peningkatan kemampuan berhitung.

Tujuan diselengrakannya pelajaran berhitung dengan mengunakan kartu angka adalaha upanya guru untuk meningkatkan kemapuan anak didik dalam mengenal angka. Kemampuan berhitung dalam kaitannya dengan proses pembelajaran di taman kanak-kanak adalah langka-langka yang dilakukan oleh guru taman kanak-kanak dengan memberikan pengetahuan dan pengertian tentanang angka sehingga anak didik mengetahui dan mengerti angka-angka tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.

Pembelajaran berhitung yang sering dilakukan guru taman kanak-kanak dengan mengunakan kartu angka yaitu agar anak mampu memahami bilangan, memahami konsep sederhana, memecahkan masalah sederhana dal;am kehidupan sehari-hari.
6:08:00 PM
thumbnail

Hakikat, Tugas dan Peranan Manusia Menurut Islam

Posted by Yushan on Wednesday, February 3, 2016

Hakikat Manusia Menurut Islam

Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah.

Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera, konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna dan paling mulia.

Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Itulah sebab dari adanya penundukkan semua yang ada di alam ini untuk manusia, sebagai rahmat dan karunia dari Allah SWT. {“Allah telah menundukkan bagi kalian apa-apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.”}(Q. S. Al-Jatsiyah: 13). {“Allah telah menundukkan bagi kalian matahari dan bulan yang terus menerus beredar. Dia juga telah menundukkan bagi kalian malam dan siang.”}(Q. S. Ibrahim: 33). {“Allah telah menundukkan bahtera bagi kalian agar dapat berlayar di lautan atas kehendak-Nya.”}(Q. S. Ibrahim: 32), dan ayat lainnya yang menjelaskan apa yang telah Allah karuniakan kepada manusia berupa nikmat akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa yang telah Allah tundukkan bagi manusia itu sehingga mereka dapat memanfaatkannya sesuai dengan keinginan mereka, dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan. Kedudukan akal dalam Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Namun, segala yang dimiliki manusia tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati.

Dengan demikian, manusia adalah makhluk hidup. Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta, rasa kebapaan dan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta.

Hal itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukan pemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari adanya potensi kehidupan yang terdapat dalam dirinya. Oleh karena itu manusia senantiasa berusaha mendapatkan apa yang sesuai dengan kebutuhannya,hal ini juga dialami oleh para mahluk-mahluk hidup lainnya, hanya saja, manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya dalam hal kesempurnaan tata cara untuk memperoleh benda-benda pemuas kebutuhannya dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannya tersebut. Makhluk hidup lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang telah Allah ciptakan untuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan akal dan pikiran yang telah Allah karuniakan kepadanya.

Didalam Al-Qur`an proses penciptaan manusia memang tidak dijelaskan secara rinci, akan tetapi hakikat diciptakannya manusia menurut islam yakni sebagai mahluk yang diperintahkan untuk menjaga dan mengelola bumi. Hal ini tentu harus kita kaitkan dengan konsekuensi terhadap manusia yang diberikan suatu kesempurnaan berupa akal dan pikiran yang tidak pernah di miliki oleh mahluk-mahluk hidup yang lainnya. Manusia sebagai mahluk yang telah diberikan kesempurnaan haruslah mampu menempatkan dirinya sesuai dengan hakikat diciptakannya yakni sebagai penjaga atau pengelola bumi yang dalam hal ini disebut dengan khalifah. Status manusia sebagai khalifah , dinyatakan dalam Surat All-Baqarah ayat 30. Kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah.

Namun kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti, yang biasanya dihubungkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat , baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. Akan tetapi fungsi dari khalifah itu sendiri sesuai dengan yang telah diuraikan diatas sangatlah luas, yakni selain sebagai pemimpin manusia juga berfungsi sebagai penerus ajaran agama yang telah dilakukan oleh para pendahulunya,selain itu khalifah juga merupakan pemelihara ataupun penjaga bumi ini dari kerusakan.
 
Tujuan Penciptaan Manusia

Allah SWT berfirman dalam surat Ad-dzariyat:56 bahwasannya:”Allah tidak menciptakan manusia kecuali untuk mengabdi kepadanya”mengabdi dalam bentuk apa?ibadah dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya seperti tercantum dalam Al-qur’an

لِيَعْبُدُونِ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا

“Sesungguhnya telah ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.”

Perintah ataupun tugas yang diberikan oleh Allah kepada manusia dalam beribu-ribu macam bentuk dimulai dari hal yang paling kecil menuju kepada hal yang paling besar dengan berdasarkan dan berpegang kepada Al-qur’an dan hadist didalam menjalankannya.Begitupun sebaliknya dengan larangan-larangannya yang seakan terimajinasi sangat indah dalam pikiran manusia namun sebenarnya balasan dari itu adalah neraka yang sangat menyeramkan,sangat disayangkan bagi mereka yang terjerumus kedalamnya.Na’uudzubillaahi min dzalik

Dalam hadist shohih diungkapkan bahwa jalan menuju surga itu sangatlah susah sedangkan menuju neraka itu sangatlah mudah.Dua itu adalah pilihan bagi setiap manusia dari zaman dahulu hingga sekarang,semua memilih dan berharap akan mendapatkan surga,namun masih banyak sekali orang-orang yang mengingkari dengan perintah Allah bahkan mereka lebih tertarik dan terbuai untuk mendekati,menjalankan larangan-larangannya.Sehingga mereka bertolak belakang dari fitrahnya sebagai manusia hamba Allah yang ditugasi untuk beribadah.Oleh karenanya,mereka tidak akan merasakan hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
 
Persamaan dan Perbedaan Manusia Dengan Mahluk Lain

Manusia pada hakekatnya sama saja dengan mahluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan kesadaran. Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan mahluk lain.

Manusia sebagai salah satu mahluk yang hidup di muka bumi merupakan mahluk yang memiliki karakter paling unik. Manusia secara fisik tidak begitu berbeda dengan binatang, sehingga para pemikir menyamakan dengan binatang. Letak perbedaan yang paling utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang memlikinya, sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instinctif.

Dibanding dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan.kelebihan itu membedakan manusiadengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun, baik di darat, di laut, maupun di udara. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak di darat dan di laut, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa meampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 70.

Diantara karakteristik manusia adalah :
Aspek Kreasi
Aspek Ilmu
Aspek Kehendak
Pengarahan Akhlak

Selain itu Al Ghazaly juga mengemukakan pembuktian dengan kenyataan faktual dan kesederhanaan langsung, yang kelihatannya tidak berbeda dengan argumen-argumen yang dibuat oleh Ibnu Sina (wafat 1037) untuk tujuan yang sama, melalui pembuktian dengan kenyataan faktual. Al Ghazaly memperlihatkan bahwa; diantara makhluk-makhluk hidup terdapat perbedaan-perbedaan yang menunjukkan tingkat kemampuan masing-masing. Keistimewaan makhluk hidup dari benda mati adalah sifat geraknya.

Benda mati mempunyai gerak monoton dan didasari oleh prinsip alam. Sedangkan tumbuhan makhluk hidup yang paling rendah tingkatannya, selain mempunyai gerak yang monoton, juga mempunyai kemampuan bergerak secara bervariasi. Prinsip tersebut disebut jiwa vegetatif. Jenis hewan mempunyai prinsip yang lebih tinggi dari pada tumbuh-tumbuhan, yang menyebabkan hewan, selain kemampuan bisa bergerak bervariasi juga mempunyai rasa. Prinsip ini disebut jiwa sensitif. Dalam kenyataan manusia juga mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia selain mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia juga mempunyai semua yang dimiliki jenis-jenis makhluk tersebut, disamping mampu berpikir dan serta mempunyai pilihan untuk berbuat dan untuk tidak berbuat. Ini berarti manusia mempunyai prinsip yang memungkinkan berpikir dan memilih. Prinsip ini disebut an nafs al insaniyyat. Prinsip inilah yang betul-betul membeda manusia dari segala makhluk lainnya.


Tanggung Jawab Manusia Sebagai Khalifah Allah

Manusia diserahi tugas hidup yang merupakan amanat Allah dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Tugas hidup yang dipikul manusia di muka bumi adalah tugas kekhalifaan, yaitu tugas kepemimpinan , wakil Allah di muka bumi, serta pengelolaan dan pemeliharaan alam.

Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yang memungkinkan dirinya serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentingan hidupnya.

Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan, sehingga kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. Kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimilikitidak menjadikan manusia bertindak sewenang-wenang.

Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi oleh aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh yang diwakilinya, yaitu hokum-hukum Tuhan baik yang baik yang tertulis dalam kitab suci (al-Qur’an), maupun yang tersirat dalam kandungan alam semesta (al-kaun). Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakili adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya, serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, ia diminta pertanggungjawaban terhadap penggunaan kewenangannya di hadapan yang diwakilinya, sebagaimana firman Allah dalam QS 35 (Faathir : 39) yang artinya adalah :

“Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafiranorang-orang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lainhanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”.

Kedudukan manusia di muka bumi sebagai khalifah dan juga sebagai hamba allah, bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan suatu kesatuan yang padu dan tak terpisahkan. Kekhalifan adalah realisasi dari pengabdian kepada allah yang menciptakannya.

Dua sisi tugas dan tanggung jawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa. Apabila terjadi ketidakseimbangan, maka akan lahir sifat-sifat tertentu yang menyebabkan derajad manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah, seperti fiman-Nya dalam QS (at-tiin: 4) yang artinya

“sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Fungsi Dan Peranan Manusia

Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36, maka peran yang dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran Allah.

Untuk menjadi pelaku ajaran Allah, apalagi menjadi pelopor pembudayaan ajaran Allah, seseorang dituntut memulai dari diridan keluarganya, baru setelah itu kepada orang lain.

Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah :
Belajar (surat An naml : 15-16 dan Al Mukmin :54) belajar yang dinyatakan pada ayat pertama surat al Alaq adalah mempelajari ilmu Allah yaitu Al Qur’an.
Mengajarkan ilmu (al Baqoroh : 31-39) ilmu yang diajarkan oleh khalifatullah bukan hanya ilmu yang dikarang manusia saja, tetapi juga ilmu Allah.
Membudayakan ilmu (al Mukmin : 35 ) Ilmu yang telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi SAW.

Manusia terlahir bukan atas kehendak diri sendiri melainkan atas kehendak Tuhan. Manusia mati bukan atas kehendak dirinya sendiri Tuhan yang menentukan saatnya dan caranya. Seluruhnya berada ditangan Tuhan Hukum Tuhan adalah hukum mutlak yang tak dapat dirubah oleh siapapun hukum yang penuh dengan rahasia bagi manusia yang amat terbatas pikirannya.

Kuasa memberi juga kuasa mengambil Betapa piciknya kalau kita hanya tertawa senang sewaktu diberi. Sebaliknya menangis duka dan penasaran Sewaktu Tuhan mengambil sesuatu dari kita. Yang terpenting adalah menjaga sepak terjang kita Melandasi sepak terjang hidup kita dengan kebenaran Kejujuran dan keadilan?Cukuplah Yang lain tidak penting lagi.

Suka duka adalah permainan perasaan. Yang digerakan oleh nafsu iba diri Dan mementingkan diri sendiri. Tuhanlah sutradaranya, Maka manusia manusia adalah pemain sandiwaranya Yang berperan diatas panggung kehidupan Sutradara yang menentukan permainannya Dan ingatlah bukan perannya yang penting Melainkan cara manusia yang memainkan perannya itu.

Walaupun seseorang diberi peran sebagai seorang raja besar, Kalau tidak pandai dan baik permainannya ia akan tercela. Sebaliknya biarpun sang sutradara memberi peran kecil tak berarti Peran sebagai seorang pelayan atau rakyat jelata Kalau pemegang peran itu memainkannya dengan sangat baik Tentu ia akan sangat terpuji dimata Tuhan juga dimata manusia.

Apalah artinya seorang pembesar Yang dimuliakan rakyat Bila ia lalim rakus dan melakukan hal hal yang hina. Maka ia akan hanya direndahkan dimata manusia Dan juga dimata Tuhan. Sebaliknya betapa mengagumkan hati manusia Yang menyenangkan Tuhan Bila seorang biasa yang bodoh miskin Dan dianggap rendah namun mempunyai sepak terjang Dalam hidup ini penuh dengan kebajikan Yang melandaskan kelakuannya pada jalan kebenaran. Maka mereka itulah yang paling mulia dimata Tuhan.

“Wahai orang orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan, diatasnya terdapat malaikat malaikat yang bengis dan sadis yang tidak mengabaikan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan mereka melakukan apa yang diperintahkan”

Itulah firman Allah yang diberikan kepada manusia dalam menjalankan peranannya selama hidup di muka bumi.Peran terhadap diri sendiri dan keluarga.Bukan diawali dari peran untuk keluarga atau pun negara tapi justru peran itu ditujukan untuk diri sendiri sebelum berperan untuk orang lain.Peranan seseorang harus dibangun dari dalam diri sendiri secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang maksimal,ketika sebuah pribadi telah menguasai peranannya untuk diri sendiri, barulah bisa berperan untuk orang lain,terutama keluarga.Ada sebuah kata kata dari seorang teman yang pernah berbagi dengan saya tentang masalah berderma. Dia berkata pada saya”kawan untuk kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain tentunya kita harus dalam kondisi lebih terlebih dahulu, tidak mungkin kita dalam kondisi kekurangan terus kita meberi untuk orng lain”.Jadi untuk bisa membangun sebuah keluarga, kelompok, negara dan mungkin yang lebih besar lagi maka haruslah menjadi kewajiban kita untuk bisa terlebih dahulu membangun diri kita.
2:58:00 PM