Home » » RITUAL ISLAM DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

RITUAL ISLAM DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Oleh : Yushan Blog Pribadi
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan limpahan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita masih dalam keadaan sehat walafiat. Sungguh dahsyat kekuasaan Allah SWT yang telah menciptakan kita, bumi, dan seluruh isinya. Dengan berbagai fasilitas yang telah di ciptakanNya sehingga rotasi kehidupan di muka bumi ini dapat tercipta. Jika diibaratkan pada saat pengambilan gambar maka dapat diibaratkan pula bahwa Allah SWT adalah merupakan sutradara yang paling hebat dan terhebat tanpa ada yang dapat mengunggulinya. Allah Maha Segala-galanya dalam hal apapun, tak ada yang mampu menyamainya bahkan hampir mampu setara dengannya.

Sebagai manusia terdapat hubungan lahiriah dan batiniah yang terjalin antara satu dengan yang lain dalam artian bahwa antara manusia yang satu dengan yang lain saling berinteraksi agar terjalin komunikasi, silaturrahim sehingga tercipta susuai dengan apa yang dikehendaki olehNya. Sesuai dengan apa yang kita dengar bahwa proses penciptaan manusia ada yang mengatakan bahwa Allah mencipatakan manusia dari tanah namun demikian hal ini tdk dapat mudah untuk diaktualisasikan sebagai pembuktian melalui akal pikiran manusia, namun melalui keyakinan serta kepercayaan dari diri manusia itu sehingga manusia mampu mengakui keberadaanNya bahwa ada sesuatu kekuatan yang maha dahsyat diluar pemikiran kita sebagai manusia ciptaanNya.

Sebagai ummat Islam patutlah kita tak henti-hentinya mengirimkan salawat dan taslim kepada nabi junjungan kita baginda Rasulullah SAW, nabi yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang menderang, nabi yang membawa kita dari jalan yang sesat menuju jalan kebenaran, Sebagaimana kita ketahui bersama bagaimana sikap, perilaku Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan dan memperjuangkan ajaran agama Islam sebagai ajaran kebenaran.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam wujud yang paling sempurna dibanding dengan seluruh ciptaannya, kita diberi panca indra, tangan dan kaki serta akal pikiran, dari akal pikiran inilah terdapat banyak proses yang menghasilkan pemikiran, pemahaman serta aktualisasi didalam menjalankan roda kehidupan di muka bumi ini. Dengan melalui pemikiran manusia maka lahirlah bahasa yang sering digunakan di dalam berkomunikasi.

Dengan dasar pemikiran ini maka saya selaku mahasiswa STAI AL-GAZALI BONE mencoba merangkum beberapa materi yang dibukukan dalam bentuk sebuah makalah, mudah-mudahan apa yang nantinya tertulis di dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Apabila ada kata yang tidak berkenan di hati pembaca saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dan terima kasih atas dukungan dari sahabat- sahabat atas partisipasi dan motifasi yang telah dilakukan.


RITUAL ISLAM DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

A. HUBUNGAN RITUAL DAN TUHAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Hubungan manusia terhadap tuhan berbeda-beda tergantung dari pemahaman diri manusia itu masing-masing. Di dalam sebuah roda kehidupan terkadang sering kali manusia lupa dengan adanya tuhan, manusia seakan-akan hidup tanpa terbebani sehingga pada akhirnya ia lupa atas tanggungjawabnya hidup di dunia. Walaupun demikian ketika seseorang sudah sadar dan meyakini tentang adanya tuhan maka ia pasti yakin bahwa tuhan adalah maha segala-galanya di alam semesta ini dan tiada satupun yang mampu menyamainya bahkan sederajat denganNya.

Sepenggal kisah yang di kutip dari buku khalid abu shalih yang menceritakan tentang seorang yang durhaka terhadap orang tuanya. Seorang anak yang senantiasa hidup dengan pesta pora anak ini selalu memeras harta kekayaan ibunya bahkan sampai ia melakukan kekerasan fisik terhadap ibunya sendiri. Setelah ibunya wafat ia hidup sendiri dan keadaannya justru membuat dirinya merasa marah terhadap ibunya yang telah meninggal. Ia pun datang memarahi kuburan ibunya sendiri dengan mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya tidak sepantasnya diucapkan oleh seorang anak terhadap ibunya. Langit tiba-tiba gelap dan hujan pun turun dengan derasnya, lalu anak durhaka itu jatuh terpeleset dan kepalanya membentur batu nisan kuburan ibunya yang membuat kepalanya terluka berat hngga ia meninggal.

Sungguh maha dahsyat kekuatan tuhan yang telah menciptakan hujan dan petir..Dari cerita di atas bahwa keberadaan tuhan tidak diragukan lagi bagaimana kebesaran dan keEsaannya.

a. Pengertian ritual dalam perspektif sosiologi

Ritual adalah suatu kegiatan upacara atau budaya yang memiliki nilai, baik itu secara subtansial maupun normatif. Ritual dalam perspektif sosiologi ini sangat berhubungan dengan ritual-ritual yang selama ini telah dilakukan oleh orang-orang yang hidup di zaman prasejarah hingga masa sekarang ini.

b. Tahap-tahap hubungan manusia dengan tuhan

Sebelum masuknya Islam di nusantara kita ini, prosesi hubungan manusia terhadap tuhan dilalui dengan beberapa tahap. Adapun tahap yang terjadi sebelum masuknya Islam di nusantara kita yaitu:

1. Tahap Tauhid Purba/Spiritual Purba

Pada tahap tauhid purba ini khususnya di daerah sulawesi selatan dulu pernah ada yang dinamakan Dewata Seuwae atau di dalam adat orang bugis mengatakan atau menyebutnya Tomanurung. Ada yang berpendapat bahwa Tomanurung ini adalah orang yang turun dari langit, ada juga yang mengatakan Tomanurung adalah orang yang turun dari dataran tinggi dan ada pula yang berpendapat bahwa Tomanurung adalah orang yang turun dari perahu. Dari pendapat yang terakhir sangat terkait dengan perstiwa yang terjadi di zaman nabi Nuh AS pada saat bumi ditenggelamkan. Pada saat itu diperkiran bahwa perahu nabi Nuh menyinggahi 43 titik tempat di antara seluruh negara yang ada di muka bumi ini. Dan di antara 43 titik itu diperkirakan nusantara ini merupakan salah satu tempat persinggahan perahu nabi Nuh AS. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya keistimewaan dari beberapa tempat yang ada di belahan bumi ini yaitu adanya binatang yang unik seperti kanguru di Australia, babi rusa di Indonesia dan masih banyak yang lainnya.

Sebagaimana seorang manusia yang tak luput dari kesalahan terkadang berpikir bahwa tidak mungkin bumi ini pernah ditenggelamkan. Namun, hal ini dapat dibuktikan pula dengan banyaknya puing-puing kerang yang terdapat di puncak pegunungan yang justru jauh dari laut.

2. TAHAP HINDU

Pada saat agama Hindu masuk di Indonesia dengan bentuk Hindu Swarwir sebagai agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan.

Agama Hindu Swarwir membagi manusia menjadi beberapa golongan yaitu:

1. Brahmana
2. Kesatria
3. Waisak
4. Sugra
dari golongan tersebut adalah merupakan tingkatan manusia sesuai hubungan kedekatannya kepada tuhannya.

3. TAHAP BUDHA

Agama Budha pertama kali masuk ke Indonesia melalui seorang yang bernama Sidarta Gautama. Agama Budha diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia sehingga agama Budha dapat menyebar di nusantara kita.

Pada agama Budha memiliki sebuah kepercayaan bahwa setiap kata yang yang memiliki kata “tu”, atau “to” diaggap sakral. Contohnya:

- satu
- tujuh
- batu

pada saat ajaran agama Budha masuk telah diketaui bahwa mereka menanamkan paham animisme dan dinamisme di nusantara ini.


4. TAHAP ISLAM

Agama Islam pada mulanya masuk ke Indonesia melalui 3 jalur yaitu:

- jalur perdagangan
- jalur perkawinan
- jalur khotbah dan tau’ziah

Dari 3 jalur tersebut, penyebaran agama Islam juga disebarkan langsung oleh pedagang, Persia , dan Gujarat. Pedagang Islam mengajarkan aqidah seorang muslim, orang Persia mengajarkan tentang fiqhi, dan orang Gujarat mengajarkan tentang syariat-syariat Islam. Dari eksistensi, esensi, serta hakekat dari semua yang diajarkan memiliki satu tujuan yaitu menyebarkan dan menyiarkan ajaran agama Islam sebagai agama penyempurna dari ajaran agama sebelumnya.

5. TAHAP MODERNISASI

Pada tahap modernisasi ini, seluruh pemahaman ajaran yang berkaitan dengan hal yang berbau mistik serta tidak dapat dijangkau akal pikiran manusia ingin dihapuskan. Tentu saja hal ini bertolak belakang dengan paradigma yang pernah ditanamkan dari ajaran agama. Hal yang dapat di jangkau oleh akal pikiran saja yang dapat diterima yang bisa dibuktikan secara nyata dengan berdasarkan atas teori-teori pembuktian.

Namun dalam hal ini seluruh kepercayaan, sugesti yang pernah ditanamkan sebelumnya tentunya tidak akan mudah untuk dihilangkan begitu saja, disebabkan hal itu sudah melekat dengan kokoh di dalam pikiran setiap manusia.

Seperti halnya dengan orang tua pada saat sekarang ini yang masih percaya akan hal yang gaib seperti:

- kriss
- jimat
- batu keramat
- dan lain-lain



B. RITUAL-RITUAL ISLAM TERHADAP TUHAN

a. Hubungan Manusia Dengan Agama

Hubungan manusia dengan agama sangatlah erat kaitannya, hal ini disebabkan bahwa agama merupakan sebuah doktrinisasi bentuk kehidupan menuju kehidupan yang abadi kelak

Di dalam ajaran agama Islam terdapat berbagai macam ritual yang menghubungkan manusia kepada penciptanya. Adapun ritual-ritual yang sering dilakukan oleh ummat muslim sesuai dengan waktu pelaksanaannya yaitu:

- shalat wajib dan sunnah serta doa dan zikir yang dilakukan setiap hari
- shalat tarwih dilakukan pada setiap bulan ramadhan
- mengeluarkan zakat fitrah yang dilakukan pada akhir bulan ramadhan
- shalat jenazah dilakukan ketika terjadi kematian
- barzanji dan lain-lain

Berbicara tentang barzanji, yang melakukan hal ini umumnya dari golongan Nahdatul Ulama (NU), namun ada golongan seperti Muhammadiyah yang tidak melakukan barzanji. Pada saat mempermasalahkan masalah barzanji sempat terjadi pertentangan pendapat yang sangat hebat antara golongan NU dengan Muhammdiah. Ketika yang satu mengeluarkan pendapat maka yang satu menentang dengan keras pendapat tersebut.


b.Hubungan Agama Dengan Tuhan

Agama merupakan tempat relasi untuk melakukan ritual yang nantinya diharapkan dapat mendistribusikan sebuah pemahaman agar terjalin hubungan yang erat dengan sang pencipta. Pernyataan tersebut dapat didefenisikan pula bahwa agama sebagai wadah dan jalan menuju kehidupan abadi dan kesejahteraan kehidupan di dunia.


c. Hubungan Manusia, Agama Dengan Tuhan

Sebagai bentuk pengaplikasian dalam kehidupan maka manusia membutuhkan sebuah pedoman hidup dalam menciptakan hubungan yang humanis. Humanis didefenisikan sebagai suatu proses memanusiakan manusia, dalam artian bahwa terkadang manusia memiliki perilaku yang yang lebih rendah dari pada binatang. Olehnya itu, agama muncul sebagai jalan kebenaran yang mengantar manusia menuju jalan yang lurus dan terang.

Pada mulanya secara analisis para filosof mengeluarkan pendapat dan argumentasi tentang defenisi agama. Ada yang berpendapat bahwa agama timbul karna faktor ekonomi, sx, politik dan budaya namun setelah mencapai kesepakatan ternyata agama merupakan suatu kebutuhan hidup di dunia dan di akhirat.


C. INSTITUT ISLAM DALAM PENCIPTAAN HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TUHAN

Institusi berasal dari kata institution yang berarti arahan atau perintah. Jadi institusi Islam menurut bahasa yaitu arahan atau perintah di dalam agama Islam.

Adapun perintah Islam yang dianjurkan untuk dilaksanakan yaitu seperti segala sesuatu tentang syariat Islam. Pada institusi Islam terdapat hubungan yang amat erat dengan ritual-ritual yang sering dilakukan ummat Islam. Adapun beberapa contoh arahan dalam Islam seperti:

- melaksanakan shalat
- puasa
- zakat dan naik haji bagi yang mampu Itu semua merupakan bentuk-bentuk arahan dan perintah ajaran Islam yang pokok dan harus diusahakan untuk dilaksanakan. Semua ajaran dan intitusi Islam sangat bertentangan terhadap paham kapitalisme dan komunisme apalagi masyarakat yang tinggal di nusantara kita ini pada umumnya beragama Islam, namun demikian telah terjadi hal yang tidak di inginkan dari ajaran agama Islam yakni timbulnya sifat idealisme dari orang-orang Islam itu sendiri dan dari agama yang lain, dimulai dari perbedaan pendapat sampai terjadinya peperangan yang disebakan oleh dari masing-masing penganut agama yang saling mengejek dan mencela agama orang lain. Bahkan yang lebih berbahaya lagi kejadian ini dapat memicu timbulnya perang dunia. Maka dari itu Islam menyarankan agar tetap menghormati agama lain dan menjauhi perbuatan yang dapat memicu timbulnya persengketaan antar ummat beragama
Share this article :

Favorite Post


 
Support : Pendidikan | Islam | Dan Anak
Copyright © 2013. Komunitas Al-gazali Bone - All Rights Reserved
Template Created by Algazali Template Published by Komunitas Al-gazali Bone
Proudly powered by Yushan Blog Pribadi