Home » » NIKMAT IMAN DAN HAL YANG MEMPENGARUHI IMAN

NIKMAT IMAN DAN HAL YANG MEMPENGARUHI IMAN

Iman sebagai fitrah manusia
* Semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Sesuai dengan hadits Nabi : " Semua bayi terlahir dalam keadaan fitrah, orang tuanyalah yang menjadikan dia yahudi, nasrani atau majusi." (HR. Muslim)
* Seluruh manusia baik yang kafir atau yang muslim, semenjak berada dalam rahim ibunya, yaitu ketika Allah hendak memasukkan roh ke dalam jiwanya telah memberitahukan bahwa Allah SWT adalah Rabb mereka (QS.7 : 172) sehingga secara fitrah manusia akan percaya akan adanya Allah (tauhid Rubbubiyah) (QS.10 : 31,39 : 3)
* Persaksian Rubbubiyah di alam ruh harus dilanjutkan dengan persaksian Uluhiyyah dan risalah di alam dunia sebagai konsekuensinya (QS.30 : 30, 22 : 78, 2 : 21). Tauhid Uluhiyyah adalah pengesaan Allah dalam peribadatan, kepatuhan, kecintaan, ketakutan dan ketaatan secara mutlak (QS.21 : 21). Sedangkan Tauhid Risalah berittiba' (mengikuti) sunah-sunah Rasulullah SAW, yaitu mengerjakan apa yang beliau perintahkan dan menehan diri dari apa yang dilarangnya (QS.21 : 37, 33 : 36)

Nikmat Iman
* Allah memberikan nikmat kepada seluruh makhluknya. Manusia tidak akan mampu menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepadanya (QS. 14 : 34)
* Beberapa nikmat dari Allah yang diberikan kepada manusia :
 1. Nikmat sebagai makhluk (QS.76 : 1-4)

 2. Nikmat sebagai manusia (QS.95 : 4)

 3. Nikmat sebagai khalifah (QS.2 : 30, 14 : 32-34)

 4. Nikmat sebagai muslim (QS.5 : 3, 49 :17), merupakan nikmat terbesar dari Allah

 
* Manusia harus bersyukur terhadap nikmat yang telahAllah berikan. Allah memberikan anggota tubuh pada manusia adalah untuk disyukuri (QS.16 : 78). Apabila kufurnikmat maka Allah akan membalas dengan azab-Nya (QS.14 : 7, 31 : 31)
* Cara mensyukur nikmat Allah antara lain dengan :
 1. Mengucapkan syukur (dengan hati dan lisan)

 2. Menjaga dan memelihara nikmat yang diberikan

 3. Melakukan perbuatan yang sesuai dengan keinginan pemberi nikmat


Fluktuasi Iman
* Secara fitrah manusi memiliki kecenderungan untuk berbuat fujur (dosa) dan ketaqwaan (QS.91 : 9-10) Hal ini mengakibatkan keimanan seseorang mengalami fluktuasi (terkadang naik terkadang turun). " Keinginan itu bisa bertambah atau berkurang. Maka perbaharui iman kalian dengan Laa Ilaaha Illallah. (HR. Ibnu Islam)

Fenomena lemahnya iman
1. Terjerumus dalam kemaksiatan
 Suatu perbuatan yang sering dilakukan dapat membentuk sebuah kebiasaan. Begitu pula dengan kemaksiatan. Bila sering dilakukan ia pun akan menjadi sebuah kebiasaan, yang jika terbiasa seseorang akan berani berbuat secara terang-terangan.

 
2. Tidak tekun dan bermalas-malasan dalam beribadah
 Salah satu ketidaktekunan dalam beribadahialah tidak khusu' (konsentrasi) dalam mengerjakannya. Contoh : tidak khusu' dalam shalat, membaca Al-Qur'an, berdoa dan lain-lain. Sehingga ibadah tersebut dilakukan dengan jiwa yang kosong tanpa Ruh (QS.4 :142). Padahal dalam sebuah hadits dikatakan : " Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main" (HR. Tirmidzi)

 
3. Memudarnya tali ukhuwah
 Tidak memperhatikan urusan kaum muslimin. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang-orang mukmin itu bagai satu tubuh. Dari An-Nu'man Bin Basyir ra. katanya Rasullullah SAW bersabda : " Orang-orang mukmin itu laksana satu tubuh manusia. Bila matanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya atau bila kepalanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya." (HR. Muslim)

 
4. Terputusnya tali persaudaraan di antara dua orang yang semula bersaudara.
 "Tidak selayaknya dua orang yang saling mengasihi karena Allah 'Azza Wa Jalla, atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang antara keduanya" (HR. Bukhari)

 
5. Terpaut kepada urusan duniawi dan terlalu mencintainya (QS. 75:20-21)
6. Mengeluh dan takut akan musibah (QS. 70:19-21)
 " Janganlah kamu sekali-kali mencela yang ma'ruf sedikitpun, meski engkau hanya menuangkan air ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air. Atau meski engkau hanya berbicara dengan saudaramu sedang wajahmu tampak berseri kepadanya." (HR. Ahmad)

 
7. Mencela yang ma'ruf dan tidak mau memperhatikan kebaikan-kebaikan yang kecil.
8. Banyak berdebat dan bertikai yang mematikan hati.
 Akibatnya hati menjadi keras dan kaku.

 

Sebab-sebab Lemahnya Iman
1. Jauh dari suasana atau lingkungan iman dalam waktu yang lama (QS.57 :16)

2. Jauh dari pelajaran dan teladan yang baik

3. Jauh dari menuntut ilmu syariat yang dapat membangkitkan iman didalam hati penuntutnya "Ilmu itu adalah yang menghidupkan (Ruh) Islam dan tiangnya iman. (HR. Abu Daud)

4. Berada ditengah lingkungan yang penuh kemaksiatan.

 
 Rasulullah Saw bersabda : " Sesungguhnya jika seseorang mukmin berbuat dosa maka terjadilah di hatinya sebuah titik hitam, jika ia beristighfar, maka bersihlah kembali hatinya. Jika tidak bertaubat dan bertambah terus amal jahatnya maka bertambah banyaklah titik hitam tadi sehingga tertutup hatinya. "

 
5. Tenggelam dalam kesibukkan dunia.

 
 "Cukuplah bagi salah seorang diantara kamu selagi ia di dunia hanya seperti bekal orang yang mengadakan perjalanan. (HR.Thabrani)

 
6. Sibuk mengurusi harta benda, istri dan anak-anak (QS. 8:28,3:14)

7. Panjang angan-angan (Berangan yang muluk-muluk) (QS,15:3)

 
 Ali ra pernah berkata : " Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas diri kalian ialah men=gikuti hawa nafsu dan angan-angan yang muluk. Mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran, sedangkan angan-angan yang muluk akan melupakan akhirat."

 
8. Berlebih-lebihan dalam masalah makan, tidur, berjaga di waktu malam, berbicara, bergaul, dan juga tertawa.

 
"Janganlah kamu sekalian memperbanyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati." (HR. Ibnu Majah)




Rasulullah Saw bersabda : " Sesungguhnya iman itu dijadikan dalam diri seseorang diantara kamu sebagaimana pakaian, maka mohonlah kepada Allah agar Dia memperbaharui." (HR. Ath Thabrani). Maksudnya iman itu dapat menjadi usang dalam hati, seperti halnya pakaian yang dapat menjadi usang bila lama dipakai.

Hal-hal yang menguatkan iman
1. Menuntut ilmu, yaitu ilmu yang menyebabkan bertambahnya pengetahuan dan keyakinan tentang iman (QS.35 : 28)

2. Menyimak atau mentadaburkan Al-Qur'an (QS.17 : 282)

3. Dzikir dan Fikir

4. Dzikir adalah mengingat Allah beserta sifat-sifatnya, hal-hal yang menyangkut keagungannya dan membaca kalam-Nya (QS.33 : 41, 8 : 4)

5. Fikir adalah aktivitas yang mengacu kepada renungan terhadap ciptaan Allah, ayat-ayat-Nya dan mukjizatnya (QS.3 : 190-191)

6. Mengikuti dan komitmen terhadap Halaqah dzikir. " Tidaklah segolongan orang duduk seraya menyebut Allah melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketentraman hati turun kepada mereka dan Allah menyebut mereka termasuk ke dalam golongan yang berada disisinya." (HR. Muslim)

7. Memperbanyak amal saleh yang harus diperhatikan yaitu :

a. Sesegera mungkin melaksanakan amal-amal saleh (QS.3 : 33, 57 : 21, 22: 90) dan hadits : " Pelan-pelan (berhati-hati) dalam segala sesuatu adalah baik kecuali didalam amal akhirat ( HR.Abu Daud)

b. Melakukannya secara terus menerus " Allah menyukai amalan yang walaupun sedikit tapi dikerjakan secara terus menerus (HR.Bukhari)

c. Tidak merasa bosan. maksudnya kerjakanlah ibadah sesuai dengan kemampuan " Sesungguhnya agama itu adalah mudah dan tidaklah agama itu dikeraskan oleh seseorang melainkan justru ia akan dikalahkan. Maka berbuatlah yang lurus dan sederhana." (HR Bukhari)

d. Mengulang amalan yang tertinggal dan terlupakan. " Barang siapa yang tertidur hingga ketinggalan bacaan wiridnya dari sebagian malam atau dari sebaian bacaan wirid, lalu di membacanya lagi antara shalat subuh dan shalat dzuhur maka ditetapkan baginya seakan-akan ia membacanya pada waktunya. " (HR. An-Nasai')

8. Berharap amalnya diterima Allah dan merasa cemas jika amalannya tidak diterima Allah Swt

9. Lakukan berbagai macam ibadah. " Barang siapa yang menafkahi dua istri dijalan Allah, maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu sorga,' Wahai hamba Allah ini adalah baik' lalu barangsiapa yang menjadi orang yang benyak mendirikan shalat maka ia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa menjadi orang yang banyak berjihad maka ia dipanggil dari pintu jihad. Barang siapa menjadi orang yang banyak melakukan shaum, maka ia dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Barang siapa menjadi orang yang banyak mengeluarkan shodaqoh maka ia dipanggil dari pintu shadaqah." (HR. Bukhari). Berbakti kepada orang tua adalah pertengahan dari pintu surga."(HR Tirmidzi)

10. Dzikrul maut." Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian." (HR. Tirmidzi) "Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah, sekarang ziarahilah kubur karena hal itu dapat melunakkan hati, membuat mata menangis, mengingatkan hari akhirat dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor." (HR.Hakim)

11. Mengingat akhirat, yaitu mengingat nikmatnya surga dan keras atau pedihnya neraka (QS.56 : 75, 78)

12. Bernunajat kepada Allah dan pasrah kepada-Nya. Maksudnya : memohon kepada Allah dengan ketundukkan dan kepasrahan yang sedalam-dalamnya.

13. Tidak berangan-angan secara muluk-muluk (QS.26 : 205-207,10 : 45)

14. Memikirkan kehinaan dunia(QS.3 : 185) Hadits : " Dunia itu terlaknat, dan terlaknat pula apa yang ada didalamnya, kecuali dzikrullah dan apa yang membantunya atau orang yang berilmu atau orang yang mencari ilmu." (HR. Ibnu Majah)

15. Mengagungkan hal-halyang terhormat disisi Allah . (QS.22 : 30,32)

16. Al Wala Wal Bara artinya : saling tolong menolong dan loyal kepada sesama muslim dan memusuhi orang-orang kafir (QS.5 : 2)

17. Tawadu ( rendah hati ). " Barang siapa menanggalkan pakaian karena merendahkan diri kepada Allah padahal ia mampu mengenakannya maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat bersama para pemimpin makhluk, sehingga ia diberi kebebasan memilih diantara pakaian-pakaian iman mana yang dikehendaki untuk dikenakannya." (HR. Ath.Thirmidzi)

18. Muhasabah diri ( QS.59 : 18)

19. Doa (QS.2 : 186)
Share this article :

Favorite Post


 
Support : Pendidikan | Islam | Dan Anak
Copyright © 2013. Komunitas Al-gazali Bone - All Rights Reserved
Template Created by Algazali Template Published by Komunitas Al-gazali Bone
Proudly powered by Yushan Blog Pribadi