Home » , » KOMPETENSI GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN

KOMPETENSI GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN

yushanyunus.blogspot.comA. MACAM-MACAM PEMILIKAN KOMPETENSI GURU

Kompotensi Pedagogik
Pendidikan di sekolah atau madrasah merupakan lanjutan dari pendidikan yang terdapat dirumah tangga. Peserta didik sebelum masuk sekolah atau madrasah telah banyak pengalaman yang diterimah di rumah, dari orang tua dan saudaranya serta seluruh anggota keluarga. Karenanya, anak yang datang ke sekolah atau madrasa itu bermacam-macam. Mereka mempunyai pembawaan sendri-sendri, mempunya tikah laku yang berbeda-beda, kondisi fisik yang berbeda-beda, kemampuan yang berbeda-beda, dan mempunya keluarga yang berbeda bedah. Oleh karena itu, kompotensi pedagogik sanagat menentukan, di samping kompotensi-kompotensi lainya.

Kompotensi Pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran pesta didik (UU RI. No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Penjelasan pasal 10). Sedangkan pembelajaran adalah proses belajar pada suatulingkungan belajar (UU RI. No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS.)

1. Penguasaan Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Guru dan peserta didiknya menguasai ataui mengetahui prinsip-prinsip pembelajaran. Bukan hanya menguasai atau mengatahui prinsip-prinsip dimaksud, tetap memiliki kemampuan dalam pelaksanaan proses dan kegiatan pembelajaran. prinsip-prinsip dimaksud dimaksud sebagai berikut:

a) Prinsip motivasi; usaha mendorong peserta didik baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik. Pengertianya menurut ilmu, hidup mempunyai arti, bahagia dunia dan akhirat diperoleh dengan ilmu, peserta didik sebagai generasi muda pewaris dan penerus cita-cita bangsa.

b) Prinsip individualitas; individu adalah orang seorang yang yang memiliki pribadi atau jiwa sendri-sendiri. Peserta didik memiliki perbedaan-perbedaan intelegensi, perbedaan kesanggupan dan kecepatan.

c) Prinsip orentasi pada tujuan; bagaimana rumusan tujuan termasuk standar Kompotensi dan Kompotensi Dasar yang akan dicapai, baik rumusan yang ada pada kurikulum maupun rumusan yang di buat oleh guru, semuanya harus dilihat dan dipahami betul oleh guru dan peserta didik yang mencapai tujuan itu dengan bimbingan serta arahan guru.

d) Prinsip pemusatan perhatian; baik peserta didik maupun guru harus memusatkan perhatiannya pada kegiatan yang dilangsakan untuk mencapai tujuan yang dihapkan. Namun demikin kadangkalah muncul hal-hal yang dapat mengganggu sehingga perhatian tidak terpusat bahkan perhatian hilang. Salah satu perlu dibangkitkan adalah minat. Minat merupakan kecenderungan jiwa yang tetap kejurusan sesuatu hal yang berharga, termasuk kebutuhan dan kepentingan.

e) Prinsip latar belakang atau yang sudah dimiliki; pembalajaran dikembangkan dengan apa yang telah diketahui oleh peserta didik atau pembalajaran-pembalajaran sebelumnya.

f) Prinsip keterpadauan atau globalisasi; prinsip ini berkaitan erat dengan prinsip keterpaduan dan globalisasi. Ilmu dan pengalaman tidak terpisah-pisah, tetapi merupakan suatu kesatua yang bulat. Karenanya, materi pokok / pembelajaran harus berkaitan satu sama lain.

g) Prinsip aktipitas dan pemecah masalah: proses-proses yang dilakukan dalam proses pembalajaran bukan hanya dosen yang aktif ( ceramah saja ) tetapi keaktifan harus ditunjukkan peserta didik. Keaktifan peserta didik terutama memecahkan masalah dan menemukan sendiri tujuan – tujuan yang akan dicapai

h) Prinsip kemudahan dan kegembiraan: bahan-bahan yang diajuhkan untuk mencapai tujuan dengan mudah dapat dicerna apabila peserta didik merasakan pergaulan antara peserta didik dan guru yang sangat akrab. Hal tersebut muncul apabila ada rasa senang dan kegembiraan.

i) Prinsip pembalajaran berupa: murid atau siswa berbeda dengan mahasiswa. Mahasiswa memiliki kecenderungan berpikir rasional, tetapi murid atau siswa menggunakan alat driannya mengati materi atau baha-bahan baik langsung maupun tidak langsung.

j) Prinsip berwawancara lingkungan. Bagaimana peserta didik itu mareka berada pada suatu lingkungan, baik lingkungan rumah tangga, sekolah maupun lingkungan masyarat. Kesemuanya itu turut dalam pembentukan pribadi seseorang.

Demikin beberapa prinsip pembelajaran yang dapat dikemukakan yang selurunya tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan suatu sama lain, berintraksi dalam proses dan kegiatan pembelajaran. Kehilangan suatu prinsip akan terjadi kepincangan dalam proses atau berbagai kegiatan pembelajaran.

2. Pemantapan Pemahaman Terhadap Fungsi Dan Tujuan Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu usaha yang bertujuan. Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai dengan suatu proses dan kegiatan atau sesuatu usaha, maka tujuan pendidikan adalah sesuatu yang akan dicapai dengan proses dan kegiatan atau usaha pendidikan. Rumusan tujuan pendidikan dapat bersifat umum, luas, khusus, sempit, perantara atau antara, dan bersifat sementara. Akan tetapi, yang dibahas dalam tulisan ini adalah tujuan umum pendidikan nasional dan tujuan suatu pendidikan.
a) Fungsi dan tujuan pendidikan nasional
Peraturan perundang-undangan yang berlaku menunjuk tujuan dikaitkan dengan fungsi. Hal tersebut dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan nasional sangat sempurna rumusannya dengan mengaitkan fungsi pendidikan nasional. Rumusan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Pendidkan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU RI. No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3)

tujuan tersebut merupakan tujuan umum pendidikan nasional di Indonesia, lambat atau cepat menjadi keharusan pencapaiannya. Rumusan fungsi dan tujuan pendidikan nasional Indonesia merupakan tujuan pendidikan paling tinggi di Indonesia.

b) Tujuan tingkat suatu pendidikan
Tujuan lembaga dalam hal ini adalah tujuan pendidikan tingkat suatu pendidikan dan dibatasi pembahasan hanya mengenai pendidikan Dasar dan Menengah. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyatakan bahwa tujuan pendidikan tingkat suatu pendidikan Dasar dan Menengah dirumuskan mengacu pada tujuan umum pendidikan, sebagai berikut:

1) Tujuan pendidikan dasar adalah meletekkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

2) Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribasdian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3) Tujuan pendidikan menengah kejururan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. (BSNP, 2006: 8).

3. Pemantapan Pemahaman Terhadap Struktur Dan Muatan Kurikulum
Struktur dan muatan kurikulumyang perlu dipahami oleh guru terutama kurikulum yang sedang berlaku, misalnya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasaonal yang disusun oleh dan dilaksakan di masing-masing satuan pendidikan. Struktur kurikulum dimaksud pada jenjang pendidikan dasar dan menengah teruang dalam bentuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Kelompok mata pelajaran tersebut disusun sedemikian rupa yang menjadi muatan kurikulum dan sekaligus menjadi pula beban belajar bagi peserta didik. Muatan kurikulum dimaksud terdiri atas mata pelajaran, muatan lokal, dan kegiatan pengembangan diri.

Struktur dan muatan kurikulum lengkap dengan kelas dan alokasi, waktu, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, telah disusun dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.

4. Penguasaan Penyusunan Rencana Pembelajaran

Rencana pembelajaran merupakan proyeksi guru mengenai kegiatan yang harus dilakukan, baik guru maupun peserta didik, selama pembelajaran berlangsung. Rencana pembelajarran berkaitan dan tidak terpisahkan dengan kompetensi guru yang ini. Karenanya, pembahasan di sini dibatasi hanya mengenai beberapa pokok penjelasan proses dan kegiatan, tidak termasuk kompetensi guru yang lain, sebagai berikut:

1) Unsur-Unsur saling terkait pada proses dan kegiatan pelaksanaan pembelajaran.
2) Kemampuan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

b. Kompotensi Kepribadian
Pribadi dalam arti keadaan manusia dengan sifat-sifatnya dan wataknya atau drinya sendri. Sedangkan kepribadian merupakan sifat-sifat hakiki yang tercermin pada sikap dan tingkalaku seseorang yang membedakan dirinya dari orang lain. selanjutnya yang dimaksud dengan kompotensi kepribadian adalah kompotensi kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan bijaksana serta menjadi teladan peserta didik (UU RI. NO 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, penjelasan pasal 10). Sesungguhnya tiga terahir tersebut erat kaitanya dengan yang pertama.

a) Kepribadian yang mantap
Setiap langkah-langkah yang ditempuh, setiap tindakan dan tingkah laku serta perkataan dianggap positif akan meningkatkan citra diri dan kepribadian seorang guru, selama hal itu dilakukan dengan penuh kesadaran serta penuh rasa tanggung jawab. Oleh karena itu, kepribadian merupakan sesuatu yang abstrak, tidak dapat dilhat secara nyata, tetapi dapat diketahui dengan melihat penampilan secaranyata, tetapi dapat diketahui dengan melihat penampilan dan dapat didengar berbagai ucapan dan perkataan yang dilontarkan apabilah seseorang menghadapi situasi atau persoalan. Dengan demikian dapat dikatakan atau diketahui bahwa setiap tindakan, tingkah laku, gerak gerik, ucapan seseorang merupakan cerminan dari kepribadiannya.

b) Guru Yang Berakhlak Mulia
Dalam keadaan sehari-hari ada beberapa kata yang digunakan menunjuk suatu sikap atau tingka laku, yaitu etika, moral, budi pekerti, dan akhlak. Kesemuanya merupakan ukuran sikap atau tingkah laku dengan nilai tentang buruk atau baik tentang benar atau salah, sesuai pandngan dari suatu golongan atau masyarakat. Di Indonesia, sekarang ini, istilah yang digunakan dalam peraturan perundang-undangan adalah akhlak mulia dengan tetap memperhatikan istilah-istilah lainnya.

c) Guru yang Arif dan berwibawa
Arif dalam arti tahu bijaksana. Serta berwibawa dalam arti mempunyai wibawa, dapat dipatuhi, dapat disegani. Kedua hal tersebut saling terkait satu sama lain terutama dalam pelaksanakan pendidikan sangat membutuhkan guru yang arif dan berwibawa.

Guru yang arif dan berwibawa dapat dilihat dalam berbagai sikap dan tingkah lakunya, sebagai berikut :
1. Nana Sudjana mengemukakan bahwa guru yang tidak menghargai profesinya apalagi berusaha mengembangkan profesi tersebut.
2. Guru yang arif dan berwibawa mampu menempatkan tindakan yang didasarkan pada perolehan kemanfaatan peserta didik, sekolah, rumah tangga, dan masyarakat.
3. Guru yang arif dan berwibawa mampu mengatakan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak, karna bagaimana pun keputusan-keputusan yang diambil akan mewarnai suatu kebijakan yang sangat dibutuhkan dari berbagai pihak, mampu menerima kritikan dan saran.
4. Guru yang arif dan berwibawa akan terpatri pada dirinya semangat pengabdian
5. Guru yang arif dan berwibawa adalah guru yang memiliki pengaruh dan prilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik, prilaku atau tingkah laku yang disegani atau dipatuhi.
6. Guru yang arif dan berwibawa seharusnyaperkataanya sesuai dengan perbuatannya.
7. Guru yang arif dan berwibawa dalam bertatap muka haruslah bergembiradan penuh semangat, sehingga gaya mengajar erat sekali dengan kepribadiaan.
8. Guru yang arif dan berwibawa bertingkah laku secara lembut, tetapi tegas dengan penuh kasih sayang.
9. Guru yang arif dan berwibawa senantiasa berbicara dngan menghadapkan muka kepada peserta didik.
10. Guru yang arif dan berwibawa tidak berlebuih-lebihan termaksud berpakain dan memoles diri.

d) Keteladanan Guru
Keteladanan adalah hal-hal yang dapat ditiru dan dicontoh. Tentu saja yang dimaksud adalah hal yang baik bukan yang buruk. Peserta cenderung meniru, mencontoh, meneladani gurunya. Secara psikologi anak memang senang, meniru, tidak saja yang baik tapi yang jelek pun mungkin ditirunya.

c. Kompotensi Sosial
Kompetensi sosial bagi guru merupakan kemampuan guru, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Keduanya terpisahkan satu sama lain, saling terkait, walau dapat dibedakan, dalam rangka berinteraksi dengan orang lain. seorang guru tidak dapat melepaskan dirinya dengan kehidupan sosial.

Kompetesi guru seperti telah dikemukakan itu dalam garis besarnya terdiri atas tiga materi pokok dan diuraikan secara singkat sebagai berikut :

a. Komunikasi dan Interaksi Secara Efektif dan Efisen dengan Peserta Didik.

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembakan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang atau jenis pendidikan tertentu (UU RI, No. 20 Th. 2003 tentang SISDIKNAS). Setiap guru harus tahu persis bahwa peserta didik itu memiliki potensi-potensi diri untuk tumbuh dan berkembang.

b. Komunikasi dan Interaksi Secara Efektif dan Efisen dengan Sesama Guru.

Seorang guru tidak boleh merasa sendirian dalam pembentukan dan pembinaan peserta didik, tetapi harus melihat pembentukan dan pembinaan peseeta didik dilakukan oleh beberapa orang guru. Pembentukan dan pembinaan harus bertanggung jawab, baik secara pribadi maupun secara bersama2 atau secara Kolektif.

c. Komunikasi dan Interaksi Secara Efektif dan Efisen dengan Orang Tua/Wali Pesrta Didik dan Masyarakat Sekitar.

Pendidikan dalam hal ini guru memiliki kedudukan dan peranan yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan dan perabab orang tua/wal;i peserta didik serta masyarakat sekitar. Peserta didik adalah anak dari orang tua/wali juga adalah termaksud anggota masyarakat. Peserta didik sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial.

d. Kompotensi Profesional

Profesi merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menunjukan suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlihan khusus. Istilah tersebut mengalami perkembangan dalam penggunaannya.

Undang-undang dosen merumuskan bahwa profeisonal adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumberpenghidupan, penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlihan, kemahiran, atau kecakapan yang memahami standar mutu atau normatertentu serta memerlukan pendidikan profesi (UU RI. No. 14 Th 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat 4).



B. KARAKTERISTIK KOMPETENSI GURU

Dalam uraianyan diatas telah dijelaskan, bahewa jabatan guru adalaha jabatan profesi. Guru dalam tulisan ini adalah guru yang melakukan fungsinya di sekolah. Dalam pengertian tersebut, telah terkandung suatau konsep bahwa guru profesional yang bekerja melakasanakan fungsi dan tujuan sekolah harus memiliki kompotensi-kompotensi yang dituntut agar guru mampu melaksanakan tungasnya dengan sebaik-baiknya. Tampa mengabaikan kemungkinan adanya perbedaan tuntutan kompetensi profesional disebutkan oleh adaanya perbedaan lingkungan sosial kultural dari setiap insititusi sekolah sebagai indikator, maka guru yang dinilai kompoten secara profisional, apabila:

1. Guru tersebut mampu mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
2. Guru tersebut mampu melaksanakan peranan-peranannya secara berhasil.
3. Guru tersebut mampu bekerja dalam dalam usaha mencapai tujuan pendidikan (tujuan internasional) sekolah.
4. Guru tersebut mampu melakasanakan perannya dalam proses mengajar dan belajar dalam kelas.

Kerakteristik itu akan kita tinjau dari berbagai segi tanggung jawab guru. Fungsi dan peranan guru, tujuan pendidikan sekolah, dan peranan guru dalam proses belajar mengajar.

1. Tanggung Jawab Dan Kompotensi Guru

Maniasia dapat disebut sebagai manusia yang bertanggung jawab apabila dia mampu membuat pilhan dan membuat keputusan atas dasar nilai-nilai dan norma-norma tertentu, baik yang bersumber dalam dirinya maupun yang bersumber dari lingkungan sosialnya. Dengan kata lain manusia betanggung jawab apabialh dia mampu bertindak atas dasar keputusan moaral atau moral decision (H. Kirschenbaum and S.B Simon).[11]

Guru akan mampu melaksanakan tanggung jawabnya apabilah dia memiliki kompotensi yang diperlukan untuk itu. Setiap tanggung jawab memerlukan sejumlah kompotensi yang lebih kecil dan lebih khusus.

1. Tanggung jawab moral

Setiap guru profesional berkewajiban menghayati dan mengamalkan pancasilah ndan bertanggung jawab mewariskan moral pancasila itu serta nilai-nilai Undang-Undang Dasar 1945 kepada generasi pemuda. Tanggung jawab ini, merupakan tanggung jawab moral bagi setiap guru di indonesia. Dalam hubungan ini, setiap guru harus memiliki kompetensi dalam bentuk kemampuan menghayati dan mengamalkan pancasila.

2. Tanggung jawab dalam bidang pendidikan di sekolah

Guru bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pendidika di sekolah dalam arti memberikan bimbingan dan pengajaran kepada para siswa. Tanggung jawab ini direalisasikan dalam bentuk melaksanakan pembinaan kurikulum, menuntun para sisiwa, membina pribadi, watak, dan jasmaniah siswa, menganalis kesulitan belajar, serta menilai kemajuan belajar para siswa.

3. Tanggung jawab guru dalam bidang kemasyarakatan

Guru profesional tidak melepaskan dirinya dari bidang kehidupan kemasyarakatan. Di satu pihak guru adalahwarga msyarakatnya dan lain pihak guru bertanggung jawab turut serta memajukan kehidupan masyarakat. Guru turut bertanggung jawab memajukan kesatuan dan persatuan bangsa, menyukseskan pembangunan nasional, serta menyukseskan pembangunan daerah khususnya yang dimulai dari daera di mana dia tinggal.

4. Tanggung jawab dalam bidang keilmuan

Guru selaku imuwan beranggung jawab turut memajukan ilmu, terutama ilmu yang menjadi spesialisasinya. Tanaggaung jawab ini dilaksanaklan dalam bentuk mengadakan penelitian dan pengembanga. Untuk melaksanakan tanggung jawabny dalam bidang penelitaian, guru harus memiliki kompotensi tentang cara mengadakan penelitian, seperti cara membuat desain penelitaian, cara merumuskan masalah, cara cara menentukan alat pengumpulan data, acara mengadakan sampai cara mengelolah data dengan teknik statistik yang sesuai, selanjutnya dianharus mampu menyusun laporan hasil penelitian agar dapat disebutkan.

2. Fungsi Peranan Guru Dan Kompetensinya

Guna melengkapi analisis tentang kompetensi guru seperti yang diuraikan di muka, selanjutnya penulis akan meninjau kompetensi guru dilihat dari segi fungsi dan peranannya. Sebagaimana telah dikemukakan bahwa profesional guru mengandung pengertian meliputi unsur-unsur kepribadian, keilmuan, dan keterampilan. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kopentensi profesional guru tentu saja akan meliputi ketiga unsur itu walaupun tekanan yang lebih besar terletak pada unsur keterampilan sesuai dengan peranan yang dikerjakan.

a. Guru sebagai pendidik dang pengajar

Peranan ini akan dapat dilaksanakan bila guru memenuhi syarat-syarat kepribadian dan penguasaan ilmu. Guru dapat mampu dapat mendidik dan mengajar apabila dia mempunyai kestabilan emosi, memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk memajukan anak didik, bersikap realistis, jujur, serta terbuka dan peka terhadap perkembangan, terutama terhadap inovasi pendidikan.

Pelaksanaan peranan ini menuntut keterampilan tertentu, yakni :
- Terampil dalam menyiapkan bahan pelajaran.
- Terampil menyusun satuan pelajaran.
- Terampil menyampaikan ilmu kepada murid.
- Terampil menggairahkan semangat belajar murid.
- Terampil memilih dan menggunakan alat peraga pendidikan
- Terampil melakukan penilaian hasil belajar murid.
- Terampil menggunakan bahasa yang baik dan benar.
- Terampil mengatur disiplin kelas, dan berbagai keterampilan lainnya.

b. Guru sebagai anggota masyarakat.

Guru melaksanakan peranan ini, guru harus memenuhi syarat-syarat kepribadian dan syarat penguasaan ilmu tertentu. Guru harus bersikap terbuka, tidak bertindak secara otoriter, tidak bersikap angkuh, bersikap ramah tamah terhadap siapapun, suka menolong dimana saja dan kapan saja, serta simpati dan empati terhadap pemimpin, teman sejawad dan para siswa.

Sebagai anggota masyarakat, guru memilki keterampilan seperti : keterampilan dalam membina kelompok, keterampilan dalam bekerja sama, dan keterampilan dalam menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok.

c. Guru sebagai pemimpin.

Peranan keterampilan akan berhasil apabila guru memiliki kepribadian, seperti : kondisi fisik yang sehat percaya pada diri sendiri, memiliki daya kerja dan antusiasme, gemar dan dapat cepat dalam mengambil keputusan, bersikap objektif dan mampu menguasai emosi, serta bertindak adil (Sondang P. Siagian, 1978). Selain itu, guru harus menguasai ilmu tentang kepemimpinan dan dinamika kelompok, menguasai prinsip-prinsip hubungan masyarakat, menguasai tehnik berkomunikasi, da menguasai semua aspek kegiatan organisasi persekolahan.

Untuk itu guru ahrus meiliki berbagai keterampilan yang dibutuhkan sebagai pemimpin, seperti : bekerja dalam tim, keterampilan berkomunikasi, bertindak selaku penasehat dan orang tua bagi murid-muridnya, keterampilan melaksanakan rapat diskusi, dan membuat keputusan yang tepat, cepat, rasional, dan praktis.
d. Guru sebagai pelaksana administrasi ringan

Peranan memerlukan syarat-syarat kepribadian, seperti jujur, teliti dalam bekerja, rajin, harus menguasai ilmu mengenai tata buku ringan, korespondensi, penyimpanan arsip dan ekspedisi, dan administrasi pendidikan.

Untuk itu maka guru harus memiliki keterampilan, seperti : mengadministrasikan keuangan, keterampilan menyusun academic records keterampilan menyusun arsip dan ekspedisi, dan keterampilan mengetik, serta bergabai keterampilan lainnya

e. Kompetensi guru model P3G

Dalam lokakarya kurikulum pendidikan guru yang diselenggaran oleh P3G, telah dirumuskan sejumlah kemampuan dasar seorang calon guru lulusan sistem multistrata sebagai berikut :

1. Menguasai bahan yakni menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah, menguasai bahan pengayaan/penunjang bidang studi.
2. Mengolah program kerja mengajar yakni merumuskan tujuan instruksional, mengenal dan bisa pakai metode mengajar, memilih materi dan prosedur instruksional yang tepat, melaksanakan program belajar mengajar, mengenal kemampuan anak didik, menyesuaikan rencana dengan situasi kelas, merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial, serta mengevaluasi hasil belajar.
3. Mengolah kelas yakni mengatur tata ruang kelas dalam rangka CBSA, dan menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif.
4. Menggunakan media yakni memilih dan menggunakan media, membuata alat-alat bantu pelajaran sederhana, menggunakan dan mengelola laboratorium mengembangkan laboratorium, serta menggunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar.
5. Menguasai landasan kependidikan.
6. Merencanakan program pengajaran
7. Mengelola interaksi belajar mengajar
8. Menguasai macam-macam metode mengajar
9. Menilai kemampuan prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran
10. Mengenal fungsi dan program layanan, bimbingan dan penyuluhan disekolah.
11. Mengenal penyelanggaraan administrasi disekolah.
12. Mampu memahami dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan yang sederhana guna kemajuan pengajaran.

3. Tujuan sekolah dasar dan kompetensi guru (Kurikulum SD 1975)

Tujuan-tujuan khusus sekolah dasar adalah agar lulusan :

a. Di bidang pengetahuan

1. Memiliki pengetahuan dasar fungsional tentang :

a) dasar-dasar warga negaraan dan pemerintah sesuai dengan pancasila dan UUD 1945
b) agama yang dianutnya
c) bahasa indonesia dan pengguanaannya sebagai alat kominikasi,
d) prinsip-prinsip dasar matematika
e) gejala dan peristiwa sosial, baik dimasa lampau maupun di masa sekarang
2. memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi nasional.
3. Memilki pengetahuan dasar tentang kesejahteraan keluarga, kependudukan dan kesehatan.
4. Memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai bidang pekerjaan yang terdapat di masyarakat disekitarnya

b. Dibidang keterampilan.

1. Menguasai cara-cara belajar yang baik
2. Keterampilan menggunakan bahasa indonesia lisan maupun tulisan.
3. Mampu memecahkan masalah sederhana secara sistematis.
4. Mampu bekerja sama dengan orang lain dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat.
5. Memiliki keterampilan berolahraga
6. Keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian
7. Memiliki keterampilan dasar dalam sehi kesejahteraan keluarga dan usaha pembinaan kesehatan.
8. Menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan khusus yang sesuai dengan minat kebutuhan lingkungannya

c. Dibidang nilai dan sikap

1. Menerimah dan melaksanakan pancasila dan UUD 1945.
2. Menerimah dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya.
3. Mencintai sesama manusia bangsa dan lingkungan sekitarnya
4. Memilki sifat demokratis dan tenggang rasa
5. Memiliki rasa tanggung jawab
6. Dapat menghargai kebudayaan dan tradisi nasional termasuk bahasa indonesia.
7. Percaya diri sendiri dan bersikap maha karya
8. Memilki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan
9. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patut pada peraturan yang berlaku, bebas dan jujur.
10. Memiliki inisiatif, daya kreatif dan sikap kritis.
11. Memilki sikap hemat dan produktif
12. Memilki minat dan sikap positis dan konstruktif terhadap olahraga dan hidup sehat.
13. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat.
14. Memiliki kesadaran menghargai waktu

Dalam rangka menentukan kompentesi guru sehubungan dengan usaha mencapai tujuan-tujuan tersebut, kita dapat menggunakan dua jenis pendekatan, yakni pendekatan kriteria profesional, guru dituntut
FUNGSI PERAN DAN KOMPOTENSINYA

Para pakar pendidikan di Barat telah melakukan penelitian tentang peran guru yang harus dilakoni. Peran guru yang beragam telah diidentifikasi dan dikaji oleh Pullias dan Young (1988), Manan (1990) serta Yelon dan Weinstein (1997). Adapun peran-peran tersebut adalah sebagai berikut :
Guru Sebagai Pendidik

Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Peran guru sebagai pendidik (nurturer) berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.
Guru Sebagai Pengajar

Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
Guru Sebagai Pembimbing

Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.
Guru sebagai Pemimpin

Guru diharapkan mempunyai kepribadian dan ilmu pengetahuan. Guru menjadi pemimpin bagi peserta didiknya. Ia akan menjadi imam.
Guru sebagai pengelola pembelajaran

Guru harus mampu menguasai berbagai metode pembelajaran. Selain itu, guru juga dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman.
Guru Sebagai Model dan Teladan

Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru : Sikap dasar, Bicara dan gaya bicara, Kebiasaan bekerja, Sikap melalui pengalaman dan kesalahan, Pakaian, Hubungan kemanusiaan, Proses berfikir, Perilaku neurotis, Selera, Keputusan, Kesehatan, Gaya hidup secara umum.
Sebagai anggota masyarakat

Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah raga, keagamaan dan kepemudaan.
Guru sebagai administrator

Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Guru akan dihadapkan pada berbagai tugas administrasi di sekolah. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
Guru Sebagai Penasehat

Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agar guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)

Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.
Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas

Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan cirri aspek dunia kehidupan di sekitar kita. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.
Guru Sebagai Emansipator

Dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik, menghormati setiap insan dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi kebudayaan. Guru mengetahui bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari “self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri.
Guru Sebagai Evaluator

Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.
Guru Sebagai Kulminator

Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Di sini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai evaluator. Guru sejatinya adalah seorang pribadi yang harus serba bisa dan serba tahu. Serta mampu mentransferkan kebisaan dan pengetahuan pada muridnya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan dan potensi anak didik.
Share this article :

Favorite Post


 
Support : Pendidikan | Islam | Dan Anak
Copyright © 2013. Komunitas Al-gazali Bone - All Rights Reserved
Template Created by Algazali Template Published by Komunitas Al-gazali Bone
Proudly powered by Yushan Blog Pribadi