Home » » Sejarah Yahudi Setelah Berdirinya Kerajaan

Sejarah Yahudi Setelah Berdirinya Kerajaan

a. Kekuasaan Saul ( ± 1020 – 1000 S.M.)

Karena adanya pemerintahan bangsa Israel yang hierokratik telah terbukti tidak efektif dalam menentang bangsa Palestina, Nabi Samuel membantu mendirikan sebuah pemerintahan monarki. Saul menjadi orang pertama kali yang memanfaatkannya, naik ke kursi singgasana walaupun kemungkinan adanya sikap Samuel yang kurang setuju.

b. Kekuasaan David ( ± 1000 – 962 S.M.)

Meskipun disingkirkan dari pemerintahan Saul, David selalu menunjukkan kualitas kepemimpinan yang luar biasa, dan ketika Saul jatuh di Gilboa, dia mengumumkan diri sebagai Raja.

Kisah Bathsheba sangat penting diceritakan: David pada suatu ketika mengintip seorang perempuan berparas sempurna sedang mandi di bawah siraman sinar rembulan. Setelah melakukan penyelidikan dia tahu bahwa perempuan tersebut adalah Bathsheba, istri Uriah, seorang pegawai Het yang sedang aktif berkhidmat di barisan perang. David diam-diam mengirim hadiah kepadanya dan menjalin cinta dengannya, yang akhirnya membuahkan kchamilan. Untuk menghindari skandal yang sudah dekat di mata ini, David memanggil pulang Uriah dari pertempuran atas permintaan Bathsheba, agar brrkumpul dengan istrinya. Akan tetapi, karena Uriah lebih senang menghabiskan masa cutinya dengan kawan-kawannya ketimbang langsung berkumpul dengan istrinya, David merencanakan pembunuhannya di medan perang. Begitu ter – laksana, dia segera mengawininya. Bayi yang dilahirkannya tak selamat, tapi kemudian dia melahirkan bayi yang kedua laki-laki, Salomom, dan dia sangat berperan dalam penentuannya sebagai Raja.

b. Kekuasaan Salomon ( ± 962 – 931 S.M.)

Gaya hidup Salomon yang berfoya-foya merupakan suatu perilaku yang berbeda drastis dari gaya hidup ayahnya yang simpel nan sederhana, dan dia, menurut legenda Bibel, tidak puas dengan mengawini gadis-gadisnya pare bangsawan punggawa istana, karena di samping itu dia masih menjejali haramnya dengan perempuan-perempuan lain. Namun meski begitu, klaim yang dibuat 1 Raja-raja (Kings) 11:3, bahwa dia memiliki 700 orang istri dan 300 orang gundik, barangkali sangat berlebihan.Dia membangun sebuah Rumuh Tuhan di Jerusalem di atas skala yang luas, dan dipersembahkannya untuk menyembah Yahweh yang tunggal. Meski begitu, pada waktu yang sama dia mendirikan tempat-tempat ibadah pagan untuk istri-istrinya yang penyembah berhala yang banyak jumlahnya; “dia sendiri, lebih dari itu, dilaporkan telah terpengaruh dengan istri-istrinya untuk memberikan beberapa tanda hormat kepada tuhan-tuhan mereka, sementara secara esensi dia masih tetap seorang Yahwis.”


c. Kerajaan-Kerajaan yang Terpecah

Menyusul wafatnya Salomon, kekuasaannya terpecah menjadi dua. Judah dan Israel. Ketika kerajaan terpecah… imperium ini berakhir. Masa kebesaran politisnya kurang dari satu abad, dan imperiumnya lenyap dan tak mungkin kembali. Bangsa (Yahudi), yang sedang dalam keadaan terpecah-pecah dan bagian-bagiannya sering berperang antara satu sama lain, tidak mudah menjadi kekuatan penting lagi.

a. Raja-Raja Israel

Di sini akan menyinggung beberapa raja Israel secara singkat, untuk memberi gambaran kepada pembaca tentang kondisi anarkis, baik politis maupun keagamaan, yang menguasai negara.

1) Yerobeam I, anak laki-laki Salomon (931 – 910 S.M.)

Dia adalah raja Israel pertama setelah terpecahnya kerajaan. Karena orang-orang tidak senang dengan kebijakan-kebijakan pajak yang diterapkan Salomon, dia berkomplot melawan ayahnya berkat desakan dari pendeta Ahia. Disebabkan karena kutukan mati dari ayahnya sendiri, dia melarikan diri ke Mesir dan mendapatkan suaka politik di sana. Saat wafatnya Salomon, anaknya laki-laki yang lain, Rehobeam, naik takhta, dan dalam hal ini suku-suku sebelah utara memutuskan untuk melepaskan diri dan mendirikan kerajaan Israel yang terpisah, dengan Yerobeam yang lepas dari hidup pengasingan sebagai rajanya yang pertama.

Menyadari peran sentral agama dalam bangsanya, Yerobeam mengkhawatirkan warga negaranya yang mungkin melakukan perjalanan ke kerajaan Yehuda sebelah selatan untuk berkurban di Yerusalem, di Rumah Tuhan Salomon. Untuk mengikis kekhawatiran ini, dia harus mengalihkan perhatian mereka dari Rumah Tuhan, dan untuk itu dia “menghidupkan kembali altar tradisional di Bethel dekat perbatasannya sebelah selatan dan Dan di ujung utara, dan mendirikan patung sapi emas di keduanya, sebagaimana yang pernah dilakukan Harun di padang pasir.

2) Nadab sampai Yehoram (910 – 841 S.M)

Yerobeam diikuti serangkaian raja-raja yang, pada suatu kesempatan, menikmati takhta tapi secara singkat sebelum akhirnya terbunuh. Kedelapan raja-raja pada periode ini mengikuti jalannya Yerobeam, semuanya menunjukkan perilaku yang bergelimang dengan dosa dalam masalah keagamaan dan memalingkan orang-orang dari pemikiran satu Tuhan yang benar. Ahab (874-853 S.M.) melangkah lebih jauh lagi karena memperkenalkan suku Funisia kepada tuhan Baal sebagai salah satu tuhan*tuhan Israel, untuk memenuhi tuntutan istrinya.Raja terakhir dari periode ini, Yehoram, dibantai bersama-sama dengan seluruh anggota keluarganya dan seluruh nabi-nabi Baal, olch jenderalnya sendiri yang bernama Yehu.

3) Yehu (841 – 814 S M )

Dengan memimpin.sebuah pemberontakan yang dihasut oleh Nabi Elisya, Yehu mengklaim bahwa Tuhan telah mengangkatnya sebagai raja Israel untuk membersihkan rumah Ahab yang berdosa. Dia membantai seluruh anggota keluarga dari ketiga raja yang sebelumnya yang menyembah Baal, memenggal kepala tujuh puluh orang anak laki-laki Ahab dan menumpuk kepala mereka menjadi dua tumpukan.Din kemudian merombak negara menjadi reformasi keagamaan.


4) Yoahaz sampai Hosea (814 – 724 S.M)

Meskipun telah dilakukan perribaruan-pembaruan oleh Yehu, negan mulai mengalami kemerosotan militer yang mengkhawatirkan, satu catatan kemenangan adalah kemenangan Yoas atas Amazia, yang pada waktu itu adalah raja Yehuda. Yoas (798 – 783 S.M.) menjarah bejanabejana emas dan perak dari Rumah Tuhan Salomon, bersama-sama dengan harta-benda kerajaan negara itu. Selebihnya, periode ini ditandai dengan serangkaian pembunuhan yang sangat sering dan ketertundukan Israel pada kekuatan Asyur. Hosea (732 – 724 S.M.), raja Israel yang terakhir, melakukan suatu upaya yang terburu-buru untuk melepaskan diri dari penindasan Asyur; Salmaneser, penguasa baru Asyur bereaksi dengan menyerbu apa yang masih tersisa dari Israel dan menangkap serta memenjarakan Hosea. Ibu kota Samaria menyerah pada tahun 721 S.M., dan dengan pendeportasian penghunipenghuninya, berakhirlah kerajaan Utara Israel.

b. Raja-Raja Yehuda

Seperti halnya Israel, negeri ini juga dicekam dengan anarki dan pemujaan kepada berhala. Sedikit perincian dalam bagian ini akan memberikan suatu kerangka yang penting untuk pasal berikutnya dan pembahasannya tentang pemeliharaan PL.

1) Rehobeam, anak laki-laki Raja Salomon, sampai Abiam (931 – 911 S.M)

Raja pertama Yehuda dan pengganti takhta Salomon, Rehobeam, mempunyai delapan belas orang istri, dua puluh delapan orang anak laki-laki dan enam puluh orang anak perempuan. Para sarjana Bibel melukiskan kondisi agama pada masanya sangat buruk sekali,dan PL menyatakan bahwa orang-orang itu:juga membangun (sendiri-sendiri) tempat-tempat yang tinggi dan patung-patung, dan tempat-tempat ritual perzinaan pagan (groves), di atas setiap bukit,dan di bawah setiap pepohonan yang rindang. Di sana juga terdapat kaum laki-laki pelaku sodomi dan bertugas sebagai pelacur sesuai dengan perbuatan-perbuatan jijik dan terkutuk yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang telah diusir Tuhan pada waktu orang Israel memasuki negeri itu. Anak laki-lakinya, Abiam, yang berkuasa hanya tiga tahun, mengikuti jejaknya.

2) Asa sampai Yosafat (911-848 S.M.)

Asa (911-870 S.M.) dipuji-puji dalam Alkitab karena kesalehannya. Dia memberantas praktik-praktik penyembahan berhala dan menghidupkan kembali Rumah Tuhan di Yerusalem sebagai pusat ibadah. Diputuskannya bahwa orang-orang kafir diancam hukuman mati. Bahkan Asa memecat neneknya, Maakha…, dari kedudukannya karena telah membuat patung berhala yang cabul yang dihubungkan dengan pemujaan Asyera, dewi kesuburan Funisia.

Dia mengirimkan harta-benda Rumah Tuhan kepada Benhadad dari Damsyik, untuk membujuknya agar menyerbu Israel dan dengan begitu menghilangkan tekanan pada Yehuda.Anak laki-lakinya, Yosafat (870-848 S.M.), melanjutkan pembaruan-pembaruan Asa dan menghancurkan banyak tempat-tempat keramat di bukit-bukit lokal.

3) Yehoram sampai Ahas (848 – 716 S.M.)

Periode ini, meliputi kekuasaan delapan raja, menyaksikan kemhali nya kondisi penyembahan berhala dan kebejatan moral. Yehoram (848 – 840 S.M.) membangun tempat-tempat tinggi di gunung-gunung Yehuda dan memaksa para penghuni Yerusalem untuk melakukan zina, sementara anak laki-lakinya, Ahazia, memasukkan Baal sebagai salah satu tuhannya kerajaan Yehuda. Begitu juga Amarin (796 – 781 S.M.) menjadikan tuhan-tuhan Seir sebagai tuhan-tuhannya sendiri dan bersujud di depan mereka. Penggantinya, Uzia, menekankan usaha-usahanya dalam mengembangkan kerajaan, namun di tangan Ahas (736 – 716 S.M.) Yehuda mengalami kemunduran dengan cepat. Ahas “hanyut dalam pemujaan-pemujaan pagan dan menghidupkan kembali adat-istiadat primitif tentang kurban anak kecil begitu jauh sampai dia berkurban anak laki-lakinya sendiri sebagai sarana memohon kemurahan Yahweh. Akhirnya, sebagai tanda ketertundukan dia pada kekuasaan Asyur, dia terpaksa mengganti penyembahan Yahweh di dalam Rumah Tuhan Salomon dengan tuhan-tuhan Asyur.

4) Hizkia (716 – 587 S.M.)

Menggantikan ayahnya, Ahas, ketika pada usia 25 tahun, dia membuktikan dirinya menjadi seorang penguasa Yehuda yang paling terkemuka dan melakukan pembaruan-pembaruan berikut ini:

Dia menghancurkan ular perunggu buatan Musa, yang selama ini menjadi objek sesembahan di Rumah Tuhan. Dia membersihkan tempat-tempat suci negara dari praktik-praktik penyembahan berhala dan menghancurkan tempat-tempat yang digunakan untuk ritual perzinaan.

5) Manasye sampai Amon (687 – 640 S.M)

Manasye (687-640 S.M.) bereaksi melawan pembaruan-pembaruan yang dilakukan ayahnya dengan mengembalikan lagi altar-altar yang telah dihapuskan ayahnya, membangun altar-altar untuk beribadah kepada Baal dan menyembah dan mengabdi bintang-bintang. Anak laki-lakinya, Amon, melanjutkan praktik-praktik ini.

6) Yosia (640 – 609 S.M): Taurat ditemukan secara menakjubkan

Yosia menggantikan ayahnya pada usia delapan tahun. Pada tahun kedelapan belas pemerintahannya, imam agung Hilkia menunjukkan kepada Safan, seorang sekretaris negara, sebuah “Buku Hukum” yang ia temukan dari galian di Rumah Tuhan sewaktu direnovasi. Buku ini dibacakan di depan Yosia dan ia menjadi risau betapa praktik-praktik keagamaan pada masanya telah sesat, yang akhirnya mengundang sebuah pertemuan umum di Rumah Tuhan dan membacakan seluruh isi Buku kepada seluruh yang hadir sebelum memulai sebuah program pembaruan yang menyeluruh.

Rumah Tuhan dibersihkan dari semua altar-altar penyembahan berhala dan objek-objek pemujaan, terutama yang berasal dari sesembahan bangsa Asyur kepada matahari, rembulan dan bintang-bintang…. Praktik kurban anak pun distop ‘bahwa tak sebrang pun boleh membakar anak laki-lakinya atau anak perempuannya sebagai suatu sesajian buat Dewa Molokh.’ [2 Raja-raja 23:10] Pendeta-pendeta atau imam-imam yang menyembah berhala semua dibunuh, rumah pagan pelacur-pelacur laki-laki dihancurkan, dan tempat-tempat keramat lokal di luar Yerusalem juga diruntuhkan dan dicemarkan dengan membakar tulang -belulang manusia di tempat-tempat tersebut.

7) Yoahas sampai Zedekia (609 – 597 S.M.)

Selama periode yang kacau ini Yehuda menghadapi tekanan yang terus meningkat, pertama dari bangsa Mesir dan kemudian bangsa Babel. Yang disebut terakhir ini dipimpin oleh Raja Nebukadnesar, yang memboyong seisi rumah tangga kerajaan Yehuda sebagai tawanan kr Babel dan tidak meninggalkan apa pun kecuali tanah yang sangat mengenaskan.Zedekia (598-587 S.M.) yang nama aslinya adalah Matania, raja terakhir Yehuda, adalah diangkat oleh Nebukadnerar sebagai raja boneka; setelah sembilan tahun pengabdian dia secaru bodoh melakukan pemberontakan atas bujukan bangsa Mesir, yang akhirnya mengundang suatu serangan dart Babel.

8) Penghancuran Rumah Tuhan yang Pertama (586 S.M.) & Pengasingan Bibel (586 – 538 S.M.)

Setelah melakukan tekanan pengepungan kota Yerusalem hingga menyerah pada bulan Agustus 586 S.M., pasukan tentara Babel menghancurkan pagar-pagar kota dan meruntuhkan Rumah Tuhan.

Barangkali sebanyak lima puluh ribu rakyat Yehuda, termasuk wanita dan anak-anak, diangkut ke Babel dalam dua deportasi yang dilakukan Nebukadnezar. Ini semua, kecuali beberapa pemimpin politik, ditempatkan di koloni-koloni, di mana mereka diizinkan memiliki rumah sendiri, mengunjungi satu sama lain secara bebas, dan melakukan bisnis.

9) Pembangunan Kembali Yerusalem dan Pendirian Rumah Tuhan Kedua (515 S.M.)

Satu generasi setelah Pengasingan, Babel jatuh ke kekuasaan Persia; orang-orang Yahudi diizinkan kembali ke tanah air mereka dan sedikit dari mereka yang menerima tawaran ini. Mereka kemudian mendirikan Rumah Tuhan pada tahun 515 S.M. Pada masa Rumah Tuhan kedua inilah Nabi Ezra pertama kali mulai upacara pembacaan Taurat secara publik (± 449 S.M.). la lebih merupakan tokoh agama dari pada tokoh politis, dan -karenanya- telah menjadi pendiri Yudaisme yang legal dan senantiasa sangat berpengaruh dalam pemikiran Yahudi sepanjang abad-abad berikutnya.

10) Pemerintahan Helenistik (333 – 168 S.M.) dan Pemeberontakan Makkabi (168 – 135 S.M.)

Dengan penaklukan Iskandar Agung yang gemilang atas Palestina pada tahun 331 S.M., bangsa Yahudi segera berasimilasi ke dalam budaya Helenistik. Satu aspek yang aneh dari era asimilasi Helenistik ini adalah suatu fakta bahwa seorang imam tinggi, Onias III, yang dipecat oleh otoritas Seleucid, pergi ke Mesir dan mendirikan sebuah rumah tuhan (temple) pembangkang kepada Yahweh di Leontopolis atas nama Heliopolis, yang berdiri di sana selama seratus tahun. Antiok IV, Raja Suria, begitu semangat luar biasa dalam menetapkan adat-istiadat dan agama Yunani di daerah penaklukan ini. Karena loyalitas Yahudi yang mencurigakan, pada tahun 168 S.M. dia memerintahkan pendirian altar untuk memuja Zeus di seluruh negeri, khususnya di dalam Rumah Tuhan di Yerusalem. Meski pun akibat takut tentara Suria telah membuahkan ketaatan yang menyeluruh pada perintah ini, Yudas Makabe, seorang serdadu, melakukan pemberontakan dan berhasil mengalahkan jenderal jenderalnya Antiok di pertempuran-pertempuran yang silih berganti dalam rentang waktu dari 165160 S.M. Dia membersihkan Rumah Tuhan dari pengaruh-pengaruh Suria dan mendirikan sebuah dinasti yang bertahan sampai 63 S.M., meski dia sendiri telah terbunuh pada tahun 160 S.M.

11) Akhir Dinasti Makabe (63 S.M.), Pemerintahan Roma dan Penghancuran Rumah Tuhan Kedua

Dinasti Makabe berakhir dengan penaklukan Roma atas Yerusalem, dan satu abad kemudian, pada tahun 70 M., serdadu Roma menghancurkan Rumah Tuhan yang kedua. “Penghancuran yang kedua telah membuktikan akhir riwayatnya.

Inilah beberapa tanggal yang disusun Neusner sebagai dasar pencapaian Yahudi pada abad-abad menyusul runtuhnya Rumah Tuhan yang kedua.

Tabel tanggal-tanggal


± 80-110

Gamaliel mengepalai sebuah akademi di Yavneh Kanonisasi terakhir Kitab-kitab Suci Ibrani Pengumuman Tata Tertib Sembahyang oleh para rabi


120

Akiba memimpin gerakan rabinis


132-135

Bar Kokhba memimpin perang mesianis melawan Roma Filistin sebelah selatan hancur


± 220

Akademi Babel didirikan di Sura oleh Rabi


± 250

Pakta antara bangsa Yahudi dan Raja Persia, Syapur l:
Bangsa Yahudi harus mengindahkan hukum negara; Bangsa Persia harus mengizinkan bangsa Yahudi untuk memerintuh diri-sendiri, hidup sesuai dengan agama mereka sendiri


± 300

Penutupan Tosefta, kumpulan materi suplemen dalam tafsir dan penjelasan Misynah


± 330

Mazhab Pumbedita yang dipimpin Abbaye, kemudian Raba, meletakkan fondasi Talmud Babel


±400

Talmud dari tanah Israel disempurnakan sebagai komentar sistematik tentang empat dari enam bagian Misynah,khususnya Pertanian, Musim, Perempuan, dan Kerusakan (dibuang: Hal-hal yang Suci dan Penyucian)


±400

Rabi Asi mulai membentuk Talmud Babel, yang baru selesai tahun 600


630-640

Penaklukan Muslim atas Timur Tengah


± 700

Saboraim merampungkan pengeditan terakhir Talmud Babel sebagai sebuah komentar sistematik tentang empat dari enam bagian Misyna (dikecualikan: Pertanian dan Penyucian)

Ini menunjukkan bahwa hilangnya kekuatan politik secara total telah rnemaksa orang-orang Yahudi untuk memulai suatu era aktivitas kesusastraan, dengan mendirikan berbagai akademi yang mencapai puncaknya pada penghimpunan Misyna, Talmud Yerusalem, dan Talmud Babel. Sebenarnya yang disebut terakhir ini (Talmud Babel) mendapatkan bentuknya yang final pada masa setelah Islam di Irak (± 700 M.) atau barangkali bahkan sesudahnya lagi (mengingat semua tanggal selain dari penaklukan kaum Muslim adalah perkiraan), dan matang di bawah pengaruh kuat dari fiqih Islam yang sudah mengakar di Irak enam dekade sebelumnya.
Share this article :

Favorite Post


 
Support : Pendidikan | Islam | Dan Anak
Copyright © 2013. Komunitas Al-gazali Bone - All Rights Reserved
Template Created by Algazali Template Published by Komunitas Al-gazali Bone
Proudly powered by Yushan Blog Pribadi